Nasional

Indonesia Kejar Target Energi Terbarukan 100% di 2035

×

Indonesia Kejar Target Energi Terbarukan 100% di 2035

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi energi terbarukan. Dok: AI

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 100% pada tahun 2035. Target ini lebih cepat lima tahun dari rencana sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2040.

“Dalam pertemuan dengan Presiden Brasil, disampaikan bahwa rencana penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan hingga 100 gigawatt akan dilakukan. Saat ini, sudah ada sekitar 70 gigawatt yang ditargetkan masuk dalam periode 2025 hingga 2034,” ujarnya dikutip dari Detikcom, Selasa (15/7/2025).

Bahlil menjelaskan, bahwa salah satu strategi untuk mencapai target bauran EBT 100% adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (solar cell) di desa-desa yang belum teraliri listrik. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati akses listrik.

“Kami akan memastikan arahan Presiden untuk menyambungkan listrik ke rumah-rumah di desa sebagai bagian dari program Asta Cita,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Brasilia, Rabu (9/7/2025), Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai 100% energi terbarukan dalam sepuluh tahun ke depan.

“Target semula adalah 2040, namun para ahli saya yakin ini bisa tercapai lebih cepat,” katanya dikutip dari Bloomberg.

Meski begitu, data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa realisasi bauran EBT saat ini masih jauh dari harapan. Per Februari 2025, realisasi baru mencapai 14,68%, sementara target tahun 2025 adalah 23%.

“Masih ada gap signifikan untuk mencapai target 23%,” ujar Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (18/2/2025).

Karena tantangan tersebut, pemerintah menurunkan target bauran EBT dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN). Target 2025 direvisi menjadi 20%, dengan proyeksi 23% baru akan tercapai pada 2030.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW). 

Sebanyak 76% atau 52,9 GW di antaranya akan berasal dari energi baru terbarukan dan penyimpanan (storage). MUH

Rincian target pengembangan pembangkit EBT:

  • Tenaga Surya: 17,1 GW
  • Tenaga Air (Hydro): 11,7 GW
  • Angin: 7,2 GW
  • Panas Bumi: 5,2 GW
  • Bioenergi: 0,9 GW
  • Nuklir: 0,5 GW
  • Storage: 10,3 GW