PEWARTA Foto Indonesia (PFI) Palu akan menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk Asa di Atas Patahan. Pameran ini untuk mengenang tujuh tahun pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kota Palu.
Ketua PFI Palu, Muhammad Rifki, menyebut pameran berlangsung pada 15–18 September 2025 di Palu Grand Mall (PGM).
Menurutnya, pameran terbuka bagi siapa saja yang ingin menampilkan karya.
“Kami mengundang pewarta foto dari dalam dan luar negeri. Penggiat fotografi juga bisa ikut serta dengan mengirimkan karya ke email palu.pfi@gmail.com,” ujarnya di Palu, Kamis (21/8/2025).
Jurnalis Harian Mercusuar itu menegaskan, pameran bersifat partisipatif, bukan komersial. Namun, bila ada karya yang diminati pengunjung, PFI akan menghubungkan langsung dengan pemilik foto sebagai pemegang hak cipta.
“Setiap peserta bisa mengirimkan karyanya secara gratis. Semua foto akan melalui kurasi, terutama soal kesesuaian tema. Tim kurator dari PFI Palu,” ungkap Rifki.
Frasa Asa di Atas Patahan dipilih untuk menggambarkan proses panjang membangun kembali kehidupan dengan sabar dan penuh harapan.
Rifki menekankan, pameran ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat Palu, Sigi, Donggala (Pasigala), serta Sulawesi Tengah pada umumnya. Mereka diharapkan menata masa depan dengan kesadaran atas risiko bencana.
“Pameran ini bukan sekadar mengenang duka. Ia menjadi simbol ketangguhan manusia, kekuatan gotong royong, dan visi untuk masa depan Pasigala yang lebih siap dan lebih kuat,” tandasnya.













