KETUA Komnas HAM, Anis Hidayah mengungkap sedikitnya 10 warga sipil meninggal dunia dalam unjuk rasa yang terjadi sepekan terakhir.
“Sejauh ini tercatat 10 korban meninggal. Beberapa di antaranya diduga kuat mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat. Namun penyebab kematian masih kami selidiki,” terang Anis dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu (3/9/2025).
Selain korban jiwa, Komnas HAM menerima laporan penangkapan sewenang-wenang dengan jumlah besar, serta banyak warga mengalami luka di pelbagai daerah.
“Angkanya cukup banyak dan sedang kami konsolidasikan, termasuk data korban luka yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Anis.
Komnas HAM juga mencatat kerusakan fasilitas publik, penjarahan rumah pribadi, hingga kasus penangkapan aktivis. Salah satunya dialami Direktur Eksekutif Lokataru, Delpedro Marhaen.
“Perkembangan ini tentu mengkhawatirkan karena berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Anis.
Berikut identitas 10 korban meninggal yang dimonitor Komnas HAM:
- Affan Kurniawan (Jakarta)
- Andika Lutfi Falah (Jakarta)
- Rheza Sendy Pratama (Yogyakarta)
- Sumari (Solo)
- Saiful Akbar (Makassar)
- Muhammad Akbar Basri (Makassar)
- Sarina Wati (Makassar)
- Rusdamdiansyah (Makassar)
- Iko Juliant Junior (Semarang)
- Septinus Sesa (Manokwari)
Sumber: Mediaindonesia.com | Editor: Muhammad













