Regional

Kuota Terbatas, Rektor UIN Datokarama Minta Seleksi KIP Transparan

×

Kuota Terbatas, Rektor UIN Datokarama Minta Seleksi KIP Transparan

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Lukman S Thahir. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Profesor Lukman S Thahir, menegaskan larangan praktik nepotisme dalam seleksi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025.

Ia menyampaikan langsung pesan itu kepada panitia, tim wawancara, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Jangan ada titipan, dan jangan menerima titipan dalam seleksi penerima KIP Kuliah. Itu merusak moral dan integritas,” tegasnya saat memimpin rapat panitia seleksi di Gedung Rektorat, Palu, Selasa (23/9/2025).

Pendaftaran beasiswa berlangsung pada 3–17 September 2025 dengan jumlah pendaftar mencapai 308 mahasiswa baru. Pemerintah hanya memberikan kuota untuk 200 mahasiswa, sehingga proses seleksi harus benar-benar ketat.

Lukman menekankan, panitia wajib menyalurkan beasiswa KIP kepada mahasiswa yang tepat sasaran. Penerima harus berasal dari keluarga ekonomi lemah, berprestasi akademik, dan memiliki KIP, Kartu PKH, atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Mahasiswa dari keluarga kurang mampu wajib mendapat bantuan KIP Kuliah. Panitia jangan menzalimi mereka. Kalau mereka memenuhi syarat, berikan haknya,” ujarnya.

Lukman mengungkapkan, banyak masyarakat menengah ke bawah mengadu kepadanya karena gagal lolos seleksi meski sudah memiliki dokumen resmi penerima bantuan.

Karena itu, ia meminta panitia lebih selektif dan berpihak kepada yang benar-benar membutuhkan.

Setiap mahasiswa yang lolos seleksi akan menerima Rp6,6 juta per semester, atau lebih dari Rp52 juta untuk delapan semester masa studi.

Penulis : Amat | Editor : Muh Taufan