Gaya Hidup

Kenali Tanda Keracunan Makanan pada Anak Sebelum Terlambat

×

Kenali Tanda Keracunan Makanan pada Anak Sebelum Terlambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak sakit karena keracunan. Dok: AI/Eranesia.id

KASUS keracunan makanan pada anak kembali marak. Salah satunya terkait insiden keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, keracunan juga sering muncul setelah anak menyantap makanan kurang higienis di pinggir jalan atau konsumsi dari acara yang terkontaminasi.

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, SpA, Subs ETIA(K), mengingatkan orang tua untuk mengenali gejala, melakukan pertolongan pertama, dan segera mencari bantuan medis bila kondisi anak memburuk.

Gejala Keracunan Makanan pada Anak

Keracunan makanan biasanya terjadi akibat bakteri seperti Salmonella atau E. coli, virus, maupun racun dalam makanan/minuman tercemar.

Gejalanya dapat muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Mual dan muntah berulang
  • Nyeri perut atau kram
  • Diare, kadang disertai darah atau lendir
  • Demam ringan hingga tinggi
  • Anak tampak lemah dan cepat haus

“Keracunan sering dialami banyak anak yang memakan makanan sama, dengan gejala mirip dalam waktu berdekatan,” jelas dr Yogi disadur dari Kompas.com, Jumat (26/9/2025).

Pertolongan Pertama di Rumah

Orang tua dapat melakukan langkah awal berikut:

  • Berikan cairan (oralit, air putih, atau ASI untuk bayi) agar anak tidak dehidrasi.
  • Hindari memberi obat diare tanpa resep dokter karena bisa menutupi gejala dan memperparah kondisi.
  • Saat anak sudah bisa makan, berikan makanan ringan seperti bubur atau pisang.
  • Pantau frekuensi buang air besar dan kondisi umum anak.

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala berikut:

  • Muntah terus-menerus dan tidak bisa minum
  • Diare lebih dari tiga kali dalam enam jam
  • Feses atau muntahan mengandung darah
  • Anak sangat lemah, mengantuk berlebihan, atau tidak responsif
  • Tanda dehidrasi berat: mulut kering, mata cekung, jarang buang air kecil

“Segera ke rumah sakit bila gejala berat, apalagi jika disertai penurunan kesadaran atau kejang,” tegas dr Yogi.

Cara Mencegah Keracunan Makanan

Menurut dr Yogi, pencegahan menjadi langkah paling penting. Orang tua dianjurkan untuk:

  • Mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet
  • Memastikan makanan dimasak hingga matang sempurna
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup pada suhu aman
  • Menghindari makanan kadaluarsa atau beraroma tidak segar
  • Mengajarkan anak memilih makanan yang bersih dan aman

Dengan kewaspadaan dan langkah tepat, orang tua bisa mengurangi risiko keracunan makanan pada anak sekaligus mempercepat penanganan bila kasus terjadi.

Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan