KETERSEDIAN beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Sulawesi Tengah dipastikan aman meski permintaan terus meningkat.
Beras SPHP menjadi pilihan utama warga karena kualitasnya baik dan harganya terjangkau, Rp62.500 per kemasan 5 kilo gram, lebih murah dibanding beras komersial.
Perum Bulog Kanwil Sulteng saat ini sudah menyalurkan 1.500–2.000 ton beras SPHP setiap bulan ke kabupaten/kota.
Distribusi dilakukan lewat Bulog, pemerintah daerah, DPR, TNI, Polri, serta kios pangan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, menjelaskan pedagang yang ingin menjual beras SPHP wajib memenuhi syarat administrasi, seperti KTP, NPWP, KK, NIB usaha, serta surat keterangan dari kelurahan atau dinas perdagangan.
Setelah syarat lengkap, mereka bisa mendapatkan stok untuk dijual ke masyarakat.
“Semua kalangan bebas mengonsumsi beras SPHP, baik pegawai, pedagang, hingga pejabat daerah. Yang penting stok tersedia banyak di lapangan agar masyarakat bisa memilih sesuai kebutuhan,” ungkapnya kepada Eranesia.id, Selasa (30/9/2025).
Jsuri menambahkan, masyarakat yang ingin kualitas premium tetap bisa membeli beras dengan harga lebih tinggi.
Namun bagi yang mencari harga terjangkau, SPHP hadir sebagai pilihan.
Pemerintah berharap distribusi beras SPHP tepat sasaran, menjaga stabilitas harga, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













