Ekonomi

Jejak 12 Tahun Perjalanan PT Indonesia Morowali Industrial Park

×

Jejak 12 Tahun Perjalanan PT Indonesia Morowali Industrial Park

Sebarkan artikel ini
Dok: Eranesia.id

DUA belas tahun lalu, kawasan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, hanya dikenal sebagai wilayah pesisir dengan kampung-kampung nelayan dan lahan perkebunan sederhana.

Kini, kawasan itu menjelma menjadi pusat industri berbasis nikel terbesar di Asia Tenggara. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi motor perubahan tersebut.

Perjalanan PT IMIP tidak sekadar membangun pabrik dan smelter, tetapi juga menghadirkan perubahan besar bagi daerah.

PT IMIP mulai membangun kawasan industri pada 2013 dan resmi beroperasi pada 2015. Sejak itu, kawasan ini berkembang pesat dan menampung puluhan perusahaan tenant dari pelbagai negara, khususnya Tiongkok.

Investasi yang awalnya hanya beberapa miliar dolar kini menembus belasan miliar dolar AS.

Bagi masyarakat sekitar, kehadiran PT IMIP berarti lapangan kerja. Saat ini lebih dari 85 ribu tenaga kerja bekerja di kawasan tersebut, baik di industri utama maupun usaha pendukung.

Bagi pemerintah, PT IMIP menjadi pilar penting dalam ekspor produk hilir nikel Indonesia yang menopang neraca perdagangan.

Selain itu, perusahaan juga terus menggulirkan kontribusi sosial. PT IMIP membangun fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga memberdayakan UMKM untuk menghadirkan dampak nyata.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), perusahaan memberi beasiswa kepada ratusan siswa, mendampingi petani dan nelayan, serta meningkatkan infrastruktur desa di sekitar kawasan industri.

Direktur PT IMIP beberapa kali menegaskan visi mereka, bukan sekadar menjadikan Morowali sebagai sentra industri, tetapi juga ekosistem pembangunan berkelanjutan.

Perusahaan memperbaiki pengelolaan lingkungan melalui program penghijauan, pengolahan limbah, serta pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Kini, di usia ke-12, PT IMIP memasuki babak baru. Perusahaan tidak lagi hanya fokus pada produksi nikel, tetapi juga mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Mereka menargetkan Morowali sebagai salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik dunia.

“Dua belas tahun adalah perjalanan penting. Kami belajar banyak, tumbuh bersama masyarakat, dan kini bersiap menyongsong masa depan yang lebih hijau,” begitu kira-kira semangat yang ingin disampaikan jajaran manajemen dalam momentum ulang tahun ini.

Di Bahodopi, wajah kawasan pun berubah. Desa kecil itu kini menjelma kota industri yang tak pernah tidur. Jalan-jalan semakin ramai, pusat ekonomi bergeliat, dan masyarakat merasakan denyut baru kehidupan.

Meski pelbagai tantangan masih ada, kehadiran PT IMIP dalam 12 tahun terakhir sudah meninggalkan jejak kuat yang mendorong transformasi ekonomi Sulawesi Tengah menuju skala global.

Penulis : Muh Taufan