STOK darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah saat ini stabil. Ketersediaan darah yang aman ini tercapai berkat meningkatnya kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah. Dukungan dari pemerintah daerah melalui berbagai kegiatan sosial juga memperkuat ketersediaan stok.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sulteng, dr Muhammad Natsir, mengatakan stok darah beberapa bulan terakhir cukup baik. PMI mampu memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit di Kota Palu dan sekitarnya.
“Saat ini stok darah di PMI relatif aman. Permintaan dari rumah sakit masih bisa kami penuhi dengan baik, terutama untuk kebutuhan pasien,” ujarnya kepada Eranesia.id di Palu, Rabu (8/10/2025).
Data PMI Sulteng mencatat, pemakaian darah setiap bulan berkisar 1.500–1.700 kantong. Seluruh darah tersebut sudah didistribusikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Menurut dr Natsir, kondisi stabil ini hasil kerja sama antara masyarakat, instansi, dan pemerintah provinsi. Salah satu upaya penting datang dari kegiatan “Berani Donor Darah” yang digagas Gubernur Sulteng Anwar Hafid.
Program ini mendorong ASN dan masyarakat umum ikut dalam aksi donor darah massal.
“Program Berani Donor Darah dari Bapak Gubernur sangat membantu kami. Jumlah pendonor meningkat, dan stok darah kini jauh lebih aman dibanding sebelumnya,” katanya.
dr Natsir berharap, tren positif ini terus berlanjut agar kebutuhan darah di Kota Palu selalu terpenuhi. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan.
“Mari rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Selain menolong sesama, donor darah juga menyehatkan tubuh pendonor,” tutup dr Natsir.
Penulis: Rusdia | Editor: Muh Taufan













