Ekonomi

KPwBI Sulteng Perkuat Ekosistem Keuangan Digital di Timur Indonesia

×

KPwBI Sulteng Perkuat Ekosistem Keuangan Digital di Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sejumlah peserta mengikuti talk show bertajuk “Akselerasi Keuangan Digital” dengan tema “Perluasan Ekosistem Digitalisasi Sistem Pembayaran di Kawasan Timur Indonesia,” di Gedung Sriti Convention Hall, Jl Durian, Kota Palu, Kamis (16/10/2025). Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menggelar talk show bertajuk “Akselerasi Keuangan Digital” dalam rangka memeriahkan Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST) 2025. Acara ini mengusung tema “Perluasan Ekosistem Digitalisasi Sistem Pembayaran di Kawasan Timur Indonesia.”

Talk show berlangsung di Gedung Sriti Convention Hall, Jalan Durian, Kota Palu, Kamis (16/10/2025). Peserta datang dari pelbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, akademisi, komunitas digital, mahasiswa, jurnalis, hingga pelaku industri keuangan.

Rony Imanuel atau Mongol Stres memandu acara dengan gaya humor khasnya. Ia membuat suasana diskusi hidup dan interaktif, tanpa mengurangi bobot pembahasan. Mongol juga mendorong interaksi hangat antara narasumber dan peserta.

Acara dimulai dengan penyerahan plakat penghargaan kepada empat narasumber yang berkontribusi mendorong inovasi keuangan digital di kawasan timur Indonesia.

Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem digital di wilayah timur.

Menurutnya, langkah itu menjadi strategi untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, inklusif, dan berkeadilan.

“Digitalisasi sistem pembayaran adalah tulang punggung ekonomi modern. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, fintech, dan pelaku usaha agar akses keuangan digital menjangkau hingga pelosok timur Indonesia,” ujar Irfan.

Para narasumber membahas pelbagai isu penting, seperti percepatan penggunaan QRIS di sektor UMKM, peningkatan literasi keuangan digital, dan penguatan jaringan internet di wilayah terpencil seperti Papua.

Diskusi juga menyoroti indikator keberhasilan dalam memperluas ekosistem digital. Indikator itu mencakup peningkatan akses jaringan, pertumbuhan transaksi non-tunai, dan perluasan inklusi keuangan masyarakat.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan