KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengumumkan daftar penyakit dan kondisi kesehatan yang membuat calon jemaah tidak memenuhi syarat istitha’ah, yaitu kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji 2026.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan kebijakan ini berasal dari pemerintah Arab Saudi. Aturan ini memperketat aspek kesehatan jemaah pada musim haji 2026 dan seterusnya.
“Pemerintah Arab Saudi bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi menetapkan kebijakan terbaru terkait penyakit dan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat istitha’ah,” ujar Irfan disadur dari Kompas.com, Jumat (7/11/2025).
Irfan menambahkan, kebijakan ini memastikan jemaah yang berangkat memiliki kemampuan fisik dan mental yang cukup.
“Tujuannya agar ibadah haji tidak membahayakan diri sendiri maupun jemaah lain di Tanah Suci,” jelasnya.
Daftar Penyakit yang Tidak Memenuhi Syarat Haji 2026
Beberapa penyakit dan kondisi yang membuat calon jemaah tidak memenuhi syarat antara lain:
- Gagal fungsi organ vital, seperti gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin, gagal jantung berat, kerusakan hati berat, dan penyakit paru kronis yang memerlukan oksigen terus-menerus.
- Penyakit saraf atau gangguan kejiwaan berat, termasuk lansia dengan demensia.
- Kehamilan berisiko tinggi, terutama trimester ketiga.
- Penyakit menular aktif, seperti tuberkulosis paru terbuka dan demam berdarah.
- Kanker stadium lanjut atau pasien yang sedang menjalani kemoterapi.
- Penyakit jantung koroner dan hipertensi tidak terkontrol, diabetes melitus tidak terkontrol, serta penyakit autoimun yang tidak terkendali.
- Epilepsi, stroke, dan gangguan mental berat.
Irfan menegaskan, calon jemaah dengan kondisi ini kemungkinan besar tidak lolos pemeriksaan kesehatan di Indonesia. Selain itu, otoritas Arab Saudi dapat menolak keberangkatan atau memulangkan jemaah.
Tindak Lanjut Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah sejak tahap awal pendaftaran.
“Langkah ini preventif untuk menjaga keselamatan, kelancaran, dan kekhusyukan ibadah haji seluruh jemaah Indonesia,” tandas Irfan.
Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan













