PELAKSANA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, Harry Dharmadi Putra, mengingatkan publik untuk lebih waspada terhadap ancaman kejahatan siber yang memanfaatkan layanan keuangan digital.
Ia menekankan, pentingnya menjaga data pribadi dan menerapkan langkah pengamanan sederhana.
Harry menyebutkan, hasil survei tahun lalu yang menunjukkan kerugian finansial besar akibat tindakan oknum tidak bertanggung jawab.
Menurut dia, survei itu memperkirakan kerugian mencapai US$200 miliar. Survei lain, memperlihatkan sekitar 50 penduduk mengalami serangan fraud setiap minggu.
“Ini soal kepedulian pribadi. Kita harus paham risiko digital dan cara melindungi diri,” tegas Harry saat menjadi pemateri pada Capacity Building Protokol, Kehumasan, Aparat Penegak Hukum, dan Media 2025 yang diselenggarakan di Renaissance, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025).
Titik lemah dan modus serangan
Harry menjelaskan, beberapa titik lemah yang sering dimanfaatkan pelaku.
Di antaranya, password mudah ditebak (misalnya 123456, tanggal lahir), membagikan data pribadi secara sukarela, dan tidak memperbarui aplikasi atau sistem.
“Selain itu, membuka lampiran atau link dari pengirim tak dikenal dan tidak mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA),” ungkapnya.
Harry juga memaparkan contoh modus nyata undangan palsu yang memuat link berbahaya, OTP yang dikirim ke pihak lain, paket kurir palsu, dan tagihan listrik palsu.
Penulis : Taufan Bustan | Editor : Taufan Bustan













