WAKIL Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah mewajibkan setiap sekolah memiliki psikolog atau konselor tetap.
Usulan ini ia sampaikan menanggapi rencana Kemendikdasmen yang ingin memberikan peran bimbingan konseling (BK) kepada seluruh guru sebagai upaya menekan kasus perundungan (bullying) di sekolah.
Menurut Lalu, peran BK tidak bisa diberikan kepada guru tanpa bekal keilmuan psikologis.
“Guru memang bertugas membentuk karakter siswa, tetapi bimbingan konseling membutuhkan kompetensi psikologi. Negara harus memastikan setiap sekolah memiliki psikolog atau konselor tetap,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (18/11/2025).
Ia menegaskan, psikolog sekolah merupakan pilar sistem pendidikan modern. Guru dan psikolog, katanya, harus berjalan beriringan.
“Guru mengajar dengan hati, tetapi psikolog membantu menjaga agar hati anak tetap kuat. Tanpa sinergi, sekolah berubah menjadi tempat tekanan, bukan tempat pertumbuhan,” katanya.
Lalu menambahkan, banyak negara maju mewajibkan minimal satu psikolog atau konselor profesional untuk setiap 250 siswa.
Sementara itu, Indonesia masih jauh tertinggal. Karena itu, ia meminta agar BK tidak hanya menjadi formalitas administrasi dan harus diposisikan sebagai ruang aman bagi siswa.
“BK bukan ruang disiplin, tetapi ruang pemulihan psikologis. Anak butuh tempat aman untuk bercerita, bukan ruang baru untuk dihakimi,” ujarnya.
Lalu juga menyoroti meningkatnya kasus perundungan dan bunuh diri pelajar yang, menurutnya, merupakan alarm serius sekaligus bukti bahwa sistem pendidikan gagal membaca krisis mental siswa.
“Sekolah seharusnya menjadi ruang tumbuh, bukan tempat yang membuat anak kehilangan jiwanya,” ucapnya.
Lalu menegaskan, negara harus hadir di sekolah bukan hanya melalui kurikulum, tetapi lewat perlindungan nyata. Reformasi pendidikan, lanjutnya, harus menempatkan kesehatan mental sebagai fondasi.
“Pendidikan bukan hanya mencerdaskan, tetapi menjaga semangat hidup anak-anak. Jika sekolah tidak aman, kita gagal melindungi masa depan bangsa,” tandasnya.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan harapan agar guru mampu menjalankan peran ganda, termasuk memberikan pendampingan konseling.
Pemerintah tengah menyiapkan pelatihan BK untuk membekali guru dengan keterampilan dasar konseling selain mengajar mata pelajaran.
Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan













