FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) bekerja sama dengan INDEF menggelar diskusi bertajuk Kolaborasi Lintas Sektor dan Daerah untuk Transisi Energi dan Tata Kelola Mineral Strategis yang Berkeadilan.
Kegiatan berlangsung di Smart Classroom FEB Untad, Kamis (27/11/2025), dan mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta mahasiswa.
Diskusi ini menghadirkan ruang dialog untuk membahas arah transisi energi di Indonesia. Para peserta menyoroti peran daerah dalam mewujudkan tata kelola mineral strategis yang adil dan berkelanjutan.
Dekan FEB Untad, Wahyuningsih, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus membangun perspektif kritis tentang isu energi dan mineral.
“Akademisi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil perlu bekerja bersama untuk memperkuat tata kelola energi dan mineral yang berkeadilan. Perguruan tinggi harus menjadi ruang belajar dan pusat solusi bagi tantangan transisi energi,” ujarnya.
Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyatakan bahwa Sulawesi Tengah memegang posisi strategis dalam peta industri dan energi nasional.
“Sulteng bukan hanya pusat industri. Wilayah ini juga memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi hijau yang inklusif,” jelasnya.
Eko menekankan, bahwa transisi energi bukan sekadar upaya menekan emisi, tetapi membuka peluang ekonomi baru yang lebih adil bagi daerah.
Para peserta berharap kerja sama lintas sektor dapat memperkuat kapasitas daerah dalam mengambil kebijakan berbasis data dan mempercepat penerapan energi bersih yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
FEB Untad dan INDEF melaksanakan kegiatan ini bersama Koaksi Indonesia dan Yayasan Indonesia CERAH, dengan dukungan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri serta Ford Foundation.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













