Nasional

Kemenkes: 22 Ribu Kematian Akibat Kanker Serviks di Indonesia

×

Kemenkes: 22 Ribu Kematian Akibat Kanker Serviks di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasien penderita penyakit kanker serviks menjalani perawatan di rumah sakit. Dok: AI/Eranesia.id

KEMENTERIAN Kesehatan RI memprediksi kasus baru kanker leher rahim atau kanker serviks mencapai 38,8 ribu pada 2025, dengan 22,3 ribu kematian. 

Kondisi ini menempatkan kanker serviks sebagai penyebab beban pembiayaan kanker tertinggi kedua, yakni Rp98 miliar.

“Kanker leher rahim merupakan kanker kedua yang paling sering diderita perempuan di Indonesia, dengan 56 kematian per hari,” tulis Kemenkes dalam laporan data Desember 2025 dikutip dari Detik.com, Sabtu (6/12/2025). 

Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata 36 ribu kasus baru per tahun dalam tiga tahun terakhir.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian adalah rendahnya deteksi dini. Kemenkes menyebut banyak perempuan enggan melakukan pemeriksaan karena rasa malu datang ke fasilitas kesehatan.

“Rasa malu muncul saat harus menjalani skrining panggul, terutama jika diperiksa oleh tenaga kesehatan laki-laki atau yang lebih muda,” ujar Kemenkes.

Kanker serviks tercatat sebagai kanker kedua terbanyak pada perempuan Indonesia. Berikut daftar lima kanker tertinggi:

  • Kanker payudara: 66.271 kasus
  • Kanker serviks: 36.964 kasus
  • Kanker ovarium: 15.130 kasus
  • Kanker kolorektal: 13.773 kasus
  • Kanker paru: 9.797 kasus

Sumber : Detik.com | Editor : Muh Taufan