Ekonomi

Harga Telur di Palu Meroket Menjelang Nataru 2025

×

Harga Telur di Palu Meroket Menjelang Nataru 2025

Sebarkan artikel ini
Pedagang menjual telur ayam di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sabtu (6/12/2025). Foto: Rusdia/Eranesia.id

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga telur ayam di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, kembali merangkak naik. 

Selain faktor musiman akhir tahun, kebutuhan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut mendorong lonjakan harga.

Harga telur ukuran kecil yang sebelumnya sekitar Rp50.000 per rak kini naik menjadi Rp58.000 per rak. Sementara telur ukuran besar bergerak dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per rak.

Imma, salah satu pedagang, mengakui kenaikan tersebut. Ia menyebut, permintaan telur selalu meningkat menjelang pergantian tahun.

“Harga semakin naik menjelang tahun baru karena kebutuhan masyarakat banyak,” ujar Irma kepada Eranesia.id, Sabtu (6/12/2025).

Pedagang lain, Jauhari, menambahkan bahwa pasokan dari distributor berkurang sehingga harga terdongkrak.

“Stok dari distribusi sedikit jadi harga naik,” jelasnya.

Tingginya permintaan untuk program MBG juga menyerap sebagian pasokan yang biasanya masuk ke pedagang.

“Kebutuhan telur untuk MBG sangat tinggi, jadi pasokan dari distributor tidak terlalu banyak,” tambah Jauhari.

Para pedagang berharap, distribusi kembali lancar agar harga bisa turun menjelang puncak perayaan Nataru.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, melakukan sidak di salah satu produsen telur di Layana, Palu. 

Ia menemukan harga telur masih berada sedikit di atas kondisi normal.

“Memang harga telurnya masih sedikit di atas. Kita memahami karena Nataru juga, banyak teman-teman Kristiani yang membuat kue untuk persiapan Natal,” ungkap Imelda.

Meski begitu, Pemkot Palu tetap optimistis harga akan stabil pada awal tahun mendatang.

“Mudah-mudahan pada Januari harga sudah mulai turun. Dan kita berharap banyak pengusaha ternak membuat kandang baru karena itu sangat membantu pengendalian inflasi, khususnya komoditas telur,” tutup Imelda. 

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan