PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Bitung kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.
Pertamina menggelar Sosialisasi dan Technical Meeting Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul) sebagai pembuka rangkaian pelatihan keterampilan inklusif di Kota Bitung.
Acara berlangsung di Sekretariat KALEB Community. Hadir calon peserta, orang tua atau wali, tutor profesional, dan perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat.
Tahun ini, Program PADU menjadi ruang peningkatan keterampilan sekaligus jawaban atas kegelisahan banyak SLB. Mereka khawatir dengan proses transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Selama ini, banyak SLB masih kesulitan memastikan lulusan memiliki keterampilan praktis dan jalur jelas menuju dunia kerja.
Di sisi lain, Pertamina ingin menjembatani kesenjangan tersebut. PADU menawarkan pelatihan vokasional yang relevan dan pendampingan yang membantu lulusan menghadapi dunia nyata.
Mengusung nilai inklusivitas, PADU hadir sebagai ekosistem pembelajaran terpadu. Program ini menggabungkan pelatihan keterampilan praktis, kolaborasi multipihak, dan model produksi berbasis komunitas.
Selanjutnya, PADU membuka lima kelas: Membatik, Produksi Kriya, Barista, Menjahit, dan Dasar Komputer.
Setiap kelas dipandu lima tutor profesional. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka peluang magang dan kerja. Selain itu, relawan komunitas lokal ikut terlibat agar proses belajar berjalan inklusif dan suportif.
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menegaskan bahwa PADU menjadi wujud komitmen Pertamina dalam memperluas akses pemberdayaan.
“PADU bukan sekadar program pelatihan, tetapi ekosistem kesempatan yang lebih setara bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Minggu (7/12/2025).
“Kami ingin memastikan mereka memiliki ruang untuk belajar, berkembang, dan mandiri melalui keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan ekonomi lokal. Karena itu, PADU kami dorong menjadi program inklusi berkelanjutan yang memberi dampak nyata sekaligus menjawab keresahan SLB terkait masa depan lulusan mereka,” sambungnya.
Kemudian, sesi utama kegiatan berisi pemaparan teknis mengenai alur pembelajaran, peran tutor, dan mekanisme koordinasi. Peserta serta orang tua dapat mengajukan pertanyaan terkait jadwal, fasilitas belajar, dan proses seleksi.
SDGs
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T Muhammad Rum, menyatakan bahwa PADU mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 10: Mengurangi Kesenjangan
“Melalui PADU, kami ingin menciptakan peluang ekonomi yang setara dan memastikan keberlanjutan program inklusi ini,” tandasnya.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













