LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama meluncurkan buku berjudul Membangun Sigi di Antara Dua Bencana. Buku ini mengangkat kisah pembangunan Kabupaten Sigi di tengah gempa bumi disertai likuefaksi dan pandemi Covid-19.
Dr Sahran Raden, Profesor Hamlan, Profesor Nurdin, Dr Rusdin Ahmad, Dr Suharto, dan Taufik Lasenggo menulis buku ini. Mereka mengulas gagasan dan karya nyata mantan Bupati Sigi dua periode, Mohammad Irwan Lapatta, selama satu dekade kepemimpinannya.
Buku ini memiliki enam bab dan 307 halaman. LPPM UIN Datokarama meluncurkannya di salah satu hotel di Kota Palu. Para penulis, akademisi, mahasiswa, aktivis, masyarakat, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sigi hadir pada acara tersebut.
Ketua LPPM UIN Datokarama, Dr Sahran Raden, menjelaskan buku ini menyoroti kepemimpinan transformatif dan inovatif Mohammad Irwan. Buku ini juga membahas tata kelola pemerintahan, pengelolaan APBD, dan filosofi birokrasi berbasis nilai.
“Tantangan besar seperti bencana 2018 dan pandemi Covid-19 menunjukkan ketangguhan Bupati Sigi dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Ia tidak hanya fokus pada fisik dan infrastruktur. Ia juga menghadirkan program inovatif seperti Sigi Masagena, Sigi Hijau, dan Sigi Religi,” ujar Sahran kepada Eranesia.id, Kamis (11/12/2025).
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sigi, Anwar, mengapresiasi LPPM dan para penulis karena menyelesaikan buku ini dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, buku ini menginspirasi pemerintah daerah dan generasi muda untuk mencontoh capaian serta inovasi Mohammad Irwan.
“Tim kami akan mendistribusikan buku ini ke satuan pendidikan di Kabupaten Sigi. Tujuannya agar generasi muda dapat belajar dan terinspirasi,” tutup Anwar.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













