Ekonomi

Bank Indonesia Siapkan Rp1,3 Triliun, Palu-Poso Jadi Titik Utama Penukaran Uang Jelang Nataru

×

Bank Indonesia Siapkan Rp1,3 Triliun, Palu-Poso Jadi Titik Utama Penukaran Uang Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penukaran uang di kas keliling Bank Indonesia. Dok: BI/Eranesia.id

MENJELANG Natal dan Tahun Baru 2025-2026, Bank Indonesia Sulawesi Tengah menyiapkan uang kartal Rp1,3 triliun. Jumlah ini naik 8,5 persen dibanding tahun lalu.

Sementara itu, secara nasional, Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang kartal mencapai Rp117,7 triliun, naik 2,4 persen.

Bank Indonesia menyelenggarakan layanan penukaran uang dan edukasi melalui program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI).

Program ini mengangkat tema “Rupiah Terjaga Untuk Natal Penuh Kasih”.

Plt Kepala KPwBI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki, mengatakan program ini mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional dan sekaligus memastikan masyarakat menerima Rupiah berkualitas.

“Selain itu, Bank Indonesia memperhatikan tantangan distribusi, termasuk kondisi geografis, cuaca, transportasi, dan jalur distribusi,” jelasnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (13/12/2025).

Kas keliling SERUNAI hadir di empat lokasi. Tiga titik di Kota Palu: SMA Kristen Gamaliel (9 Desember), GKST Efata, dan Sekolah Bala Keselamatan Towua Palu (15 Desember).

Satu titik di Pasar Sentral Tentena, Kabupaten Poso. Selain itu, Bank Indonesia menjalankan program ini serentak di 284 lokasi di seluruh Indonesia.

Bank Indonesia menetapkan kuota penukaran maksimal Rp5 juta per orang. Rinciannya: pecahan Rp100 ribu: Rp2 juta, Rp50 ribu: Rp1,25 juta, Rp20 ribu: Rp1 juta, Rp10 ribu: Rp500 ribu, Rp5 ribu: Rp250 ribu.

Glenn mengingatkan masyarakat menerapkan Cinta Bangga Paham Rupiah:

  • Cinta Rupiah: kenali keaslian uang dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Rawat rupiah, jangan lipat, coret, remas, basahi, atau stepler.
  • Bangga Rupiah: hargai rupiah sebagai simbol kedaulatan, alat pembayaran sah, dan pemersatu bangsa.
  • Paham Rupiah: pahami peran Rupiah dalam perekonomian dan bertransaksi bijak agar nilainya tetap stabil.

“Dengan langkah ini, Bank Indonesia memastikan Rupiah tersedia, berkualitas, dan menjadi mata uang kebanggaan Indonesia selama Natal dan Tahun Baru,” tandas Glenn.

Editor : Taufan Bustan