CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Pokja SOLUSI Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik untuk penyusunan Masterplan Pengelolaan Terpadu Bentang Darat dan Laut di Kantor Gubernur, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek SOLUSI untuk wilayah PADAGIMO yang meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.
Proyek SOLUSI menjalin kemitraan antara Pemerintah Indonesia (BAPPENAS) dan Pemerintah Jerman (BMUKN). Konsorsium GIZ, CIFOR-ICRAF, SNV, dan Yayasan Kehati menjalankan proyek ini di tiga wilayah: Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung.
Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya alam darat dan laut, namun juga menghadapi kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.
Pemerintah telah memulai integrasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), tetapi pengelolaan ruang darat dan laut masih memerlukan penguatan.
Tujuan Masterplan
Proyek SOLUSI bertujuan memperkuat tata kelola sumber daya alam dengan mengintegrasikan perencanaan lintas sektor.
Masterplan ini fokus pada pengelolaan berkelanjutan untuk ketahanan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Penyusunan masterplan melibatkan analisis skenario pembangunan, kajian kebutuhan ruang lintas sektor, serta pengembangan intervensi pada sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Perencanaan ini juga menekankan pengembangan ekonomi hijau dan biru untuk menciptakan nilai tambah tanpa merusak ekosistem.
Partisipasi Multipihak
Konsultasi publik ini memberi ruang bagi OPD, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan terhadap draf masterplan.
Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah, Novalina, menyampaikan bahwa konsultasi ini penting untuk memastikan masterplan yang inklusif, berbasis data, dan relevan dengan konteks Sulawesi Tengah.
Novalina juga menambahkan, masterplan ini akan menjadi acuan kebijakan daerah seperti RPJMD, RTRW terintegrasi, dan rencana sektoral di bidang kehutanan, pertanian, perikanan, serta lingkungan hidup.
“Kami mengharapkan implementasi masterplan dapat meningkatkan pengelolaan bentang darat dan laut yang terpadu serta menjaga kelestarian lingkungan dan manfaat ekonomi di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Dukungan dan Kolaborasi
Kepala Bappeda Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo, menggarisbawahi pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk generasi muda.
Sementara itu, Peneliti CIFOR-ICRAF Indonesia, Feri Johana, menambahkan bahwa konsultasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan darat dan laut yang terintegrasi serta mengumpulkan masukan untuk penyempurnaan masterplan.
Di sisi lain, anggota Pokja SOLUSI Sulawesi Tengah, Subhan Basir menekankan bahwa tim menyusun masterplan ini secara partisipatif.
“Keterlibatan pelbagai pemangku kepentingan memastikan masterplan ini relevan dan implementatif,” ungkapnya.
Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak, masterplan ini diharapkan menjadi landasan pembangunan Sulawesi Tengah yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim demi kesejahteraan generasi mendatang.
Editor : Muh Taufan













