Regional

Ditjenpas Sulteng Rotasi Dua Pimpinan UPT untuk Perkuat Kinerja

×

Ditjenpas Sulteng Rotasi Dua Pimpinan UPT untuk Perkuat Kinerja

Sebarkan artikel ini
Kanwil Ditjenpas Sulteng merotasi dua pimpinan UPT Pemasyarakatan di Kota Palu, Selasa (23/12/2025). Foto: Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng/Eranesia.id

KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah merotasi pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk memperkuat kepemimpinan dan meningkatkan kinerja layanan.

Kanwil Ditjenpas Sulteng menggelar pelantikan dan serah terima jabatan dua Kepala UPT Pemasyarakatan di Aula Kanwil Ditjenpas Sulteng, Selasa (23/12/2025).

Dalam rotasi ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menunjuk Mansur Yunus Gafur sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggantikan Muhammad Ishak.

Sementara itu, Agung Sulistyo menyerahkan jabatan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso kepada Pelaksana Tugas (Plt) M Al Baqir.

Rotasi Jaga Dinamika Kerja

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan mengatakan, rotasi jabatan menjadi strategi manajemen organisasi karena rotasi menjaga dinamika kerja dan meningkatkan adaptasi terhadap tantangan pemasyarakatan.

“Rotasi ini mendorong percepatan kinerja. Dengan demikian, setiap pimpinan UPT harus bekerja progresif, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Bagus mengapresiasi, kinerja pejabat lama atas berbagai capaian. Ia menyoroti keberhasilan Rutan Poso meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025.

“Predikat WBK harus menjadi standar kerja. Oleh karena itu, pejabat baru harus melanjutkan dan memperkuat prestasi tersebut,” tegasnya.

Komitmen Pejabat Baru

Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyatakan komitmennya meningkatkan pembinaan warga binaan serta menghadirkan layanan yang profesional dan humanis.

“Kami memperkuat pembinaan, keamanan, dan pelayanan publik agar Lapas Tolitoli semakin adaptif dan berdampak,” kata Mansur.

Plt Kepala Rutan Poso, M Al Baqir, menegaskan komitmennya menjaga layanan berbasis Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA). Selain itu, ia bertekad mempertahankan predikat WBK.

“Integritas dan akuntabilitas menjadi prioritas utama sehingga pelayanan publik tetap optimal,” tutupnya.

Rilis | Editor : Muh Taufan