Regional

Makassar Siaga Menghadapi Cuaca Esktrem Menjelang Pergantian Tahun

×

Makassar Siaga Menghadapi Cuaca Esktrem Menjelang Pergantian Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pengendara sepeda motor dan mobil saat cuaca ekstrem. Dok: GeminiAI/Eranesia.id

KOTA Makassar masuk dalam daftar wilayah di Sulawesi Selatan yang berstatus siaga menghadapi cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak bersifat mendesak.

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan risiko serius, baik bagi pengguna jalan maupun warga di kawasan rawan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati, khususnya saat berkendara.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Masyarakat yang bermukim di wilayah rawan diharapkan menjaga kondisi kesehatan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini,” ujar Appi dikutip dari DetikSulsel, Senin (29/12/2025).

Appi juga menekankan pentingnya upaya pencegahan di lingkungan masing-masing. Salah satu langkah sederhana namun krusial adalah memastikan saluran drainase tetap bersih dan berfungsi dengan baik guna mencegah banjir.

“Kami mengimbau warga untuk rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat sampah,” katanya.

Makassar sebelumnya diguyur hujan deras hampir sepanjang hari pada Sabtu (27/12/2015).

Kondisi tersebut, menurut Appi, masih berpotensi terulang dan dapat memicu genangan air hingga pohon tumbang, terutama di kawasan dengan pepohonan besar di sepanjang jalan.

“Area dengan banyak pohon besar perlu diwaspadai karena berisiko tumbang akibat angin kencang,” tambahnya.

Dalam menghadapi kondisi ini, Appi menginstruksikan seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), mulai dari tingkat kota hingga RT dan RW, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Aparat wilayah diminta aktif memantau kondisi lingkungan serta menyiapkan langkah penanganan cepat jika terjadi keadaan darurat.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi gangguan kelistrikan yang dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak.

Jika menemukan instalasi listrik yang dinilai berisiko, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Lebih lanjut, Appi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pelaporan cepat atas setiap kejadian yang berkaitan dengan dampak cuaca ekstrem. Ia juga mendorong pendirian posko siaga di setiap kecamatan dan kelurahan.

“Posko siaga diperlukan agar respons terhadap genangan, banjir, pohon tumbang, atau kondisi darurat lainnya bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Sebelumnya, BMKG Wilayah IV Makassar melaporkan sebanyak 12 daerah di Sulawesi Selatan terdampak peringatan dini cuaca ekstrem menjelang akhir tahun.

Peringatan tersebut berlaku sejak 21 hingga 31 Desember 2025.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebutkan kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Beberapa daerah sudah masuk status siaga berdasarkan rilis BMKG. Ini perlu diwaspadai bersama,” kata Amson.

Adapun wilayah yang masuk dalam peringatan dini curah hujan tinggi meliputi Makassar, Bone, Bantaeng, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, dan Takalar, dengan status bervariasi mulai dari waspada hingga awas.

Sumber : DetikSulsel | Editor : Muh Taufan