Regional

Pemprov Sulteng Kembangkan Berani Cerdas untuk Magister dan Doktoral

×

Pemprov Sulteng Kembangkan Berani Cerdas untuk Magister dan Doktoral

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid (kanan) didampingi Sekprov Sulteng, Novalina. Foto: HO/Eranesia.id

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah memperluas Program Berani Cerdas, terobosan beasiswa pendidikan yang menjadi yang pertama di Indonesia.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, memulai program ini dengan menyediakan beasiswa gratis untuk mahasiswa jenjang Sarjana (S1).

Kini, ia memperluas program untuk mendukung pendidikan Magister (S2) dan Doktoral (S3), yang akan mulai berjalan pada 2026.

Program ini menargetkan bidang-bidang strategis sesuai kebutuhan daerah, seperti kedokteran spesialis, pertambangan, keperawatan, notariat, tenaga ahli strategis, dan profesi insinyur.

Pemerintah Sulteng menanggung seluruh biaya pendidikan, dengan ketentuan penerima wajib kembali mengabdi di daerah sesuai bidang keahliannya setelah lulus.

Gubernur Anwar menegaskan, beasiswa S2 dan S3 akan sangat selektif dan terbatas.

“Jurusan yang dibuka adalah yang benar-benar menjadi kebutuhan daerah. Tidak seperti S1, kuota untuk S2 dan S3 terbatas. Kita harus pastikan program ini tepat sasaran,” tegasnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (10/1/2026).

Anwar menilai, langkah Sulteng menjamin akses pendidikan tinggi bagi generasi muda merupakan yang terdepan di Indonesia.

“Saya kira belum ada provinsi lain yang bisa memberikan program sebesar ini,” ungkapnya.

Anwar menambahkan bahwa Program Berani Cerdas bukan sekadar janji kampanye, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulteng.

“Masa depan provinsi ini bukan ditentukan oleh kekayaan alam, tapi oleh kualitas SDM yang kita miliki,” tandasnya.

Sepanjang 2025, di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A Lamadjido, program ini memberikan beasiswa kepada 23.569 penerima dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar.

Keberhasilan ini menjadi dasar pengembangan beasiswa hingga jenjang S2 dan S3, untuk membentuk SDM unggul dan berdaya saing, menuju Generasi Emas 2045.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan