REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Profesor Lukman S Thahir bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, membahas skema pemberdayaan mantan narapidana teroris (napiter).
Program ini bertujuan menguatkan komitmen kebangsaan dan ideologi Pancasila. Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahim antara rektor dan menteri di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Lukman didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama, Dr Sagir M Amin.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membahas rencana kerja sama antara UIN Datokarama Palu dan Kementerian Sosial.
Kerja sama tersebut mencakup pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan mantan napiter melalui pendekatan pendidikan, keagamaan, dan kewirausahaan berbasis moderasi beragama.
Lukman menegaskan, pentingnya pendekatan holistik dalam menangani persoalan radikalisme dan terorisme. Menurutnya, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci dalam proses reintegrasi sosial mantan napiter.
Sedangkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik usulan tersebut. Ia menyetujui perlunya pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi mantan napiter dengan melibatkan perguruan tinggi.
“Pendekatan moderasi beragama dapat memperkuat wawasan kebangsaan dan komitmen ideologi para mantan narapidana teroris,” ungkapnya.
Sementara Lukman menjelaskan, sebagai institusi pendidikan Islam negeri, UIN Datokarama Palu memiliki komitmen kuat dalam mempromosikan moderasi beragama.
“Kami siap berkontribusi melalui program pendidikan dan kewirausahaan agar mantan teroris dapat kembali ke masyarakat secara bermartabat,” ujarnya.
Saifullah juga menyampaikan, bahwa Kementerian Sosial memiliki pengalaman panjang dalam program deradikalisasi dan reintegrasi sosial eks-napiter.
“Kami melihat potensi besar kolaborasi dengan UIN Datokarama, terutama di Sulawesi Tengah yang memiliki dinamika sosial unik. Pendekatan kewirausahaan berbasis moderasi beragama bisa menjadi model baru pemberdayaan,” tegasnya.
Pelatihan Disabilitas
Selain membahas kerja sama, Menteri Sosial juga mengajak rombongan UIN Datokarama meninjau program pelatihan keterampilan bagi anak penyandang disabilitas di lingkungan Kantin Kementerian Sosial. Program ini merupakan bagian dari inisiatif rehabilitasi sosial Kemensos.
Saifullah menjelaskan, Kemensos telah melatih caregiver dan penyandang disabilitas di pelbagai daerah. Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Ini contoh nyata dukungan pemerintah terhadap inklusivitas. Kami berharap UIN Datokarama dapat terlibat dalam program serupa, sejalan dengan komitmen kampus dalam pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.
Seusai pertemuan, kedua pihak sepakat segera menyusun draf nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan ini akan memuat program pelatihan bersama, penelitian, serta pendampingan lapangan.
Rilis | Editor : Muh Taufan













