SURVEI Forum Sipil Bersuara (Forsiber) menunjukkan kepuasan publik terhadap Imigrasi Indonesia mencapai 85,7 persen. Dengan angka ini, layanan masuk kategori “sangat puas”.
“Angka ini mencerminkan kepercayaan publik yang kuat terhadap institusi penjaga pintu gerbang negara,” tulis Forsiber dikutip dari Detik.comm, Jumat (16/1/2026).
Dalam survei itu, profesionalisme petugas meraih skor tertinggi, 87,4 persen. Mayoritas responden menilai petugas kompeten, responsif, dan mampu menjelaskan prosedur layanan dengan jelas.
Sedangkan kualitas pelayanan meraih skor 86,2 persen. Responden menyoroti kejelasan prosedur, kecepatan layanan, dan ketepatan hasil, baik dalam paspor, visa, maupun izin tinggal.
Sementara integritas dan transparansi memperoleh skor 84,9 persen. Mayoritas responden tidak mengalami pungutan di luar ketentuan dan menilai biaya layanan sesuai regulasi.
Selain itu, skor layanan digital keimigrasian mencapai 85,1 persen. Responden menilai digitalisasi mempermudah akses, mempercepat proses, dan meningkatkan efisiensi. Forsiber mencatat masih ada tantangan teknis di beberapa wilayah.
Secara keseluruhan, kepuasan dan kepercayaan masyarakat mencapai 87,0 persen. Rinciannya, 46,8 persen sangat puas, 39,6 persen puas, dan sebagian kecil kurang puas.
Distribusi kepuasan relatif merata di seluruh wilayah. Forsiber menilai, standar pelayanan Imigrasi Indonesia konsisten secara nasional.
Hasil ini menunjukkan reformasi layanan dan digitalisasi mulai dirasakan masyarakat. Namun, penguatan integritas dan layanan digital tetap menjadi fokus agar kepuasan berkelanjutan.
“Dengan tingkat kepuasan melebihi 85 persen, kinerja Imigrasi Indonesia berada di jalur tepat,” tulis Forsiber.
Forsiber menggunakan 20 indikator dengan skala Likert 1-5. Nilai Cronbach’s Alpha 0,88 menunjukkan konsistensi internal sangat baik. Indeks Kepuasan Publik dihitung dari skor aktual dan maksimum.
Survei melibatkan 1.200 responden WNI dan WNA yang menggunakan layanan dalam 24 bulan terakhir. Pengambilan sampel memakai multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen.
Cakupan Survei Nasional
Survei dilakukan di 15 provinsi, mewakili Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, dari 17 November hingga 18 Desember 2025.
- Indonesia Barat: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Riau. Wilayah ini memiliki volume layanan tertinggi.
- Indonesia Tengah: Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan. Wilayah ini mewakili pusat pariwisata, perbatasan, dan mobilitas lintas negara.
- Indonesia Timur: Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat. Forsiber memastikan representasi wilayah kepulauan dan karakter layanan berbeda.
Forsiber mengumpulkan data di kantor imigrasi kelas I dan II, Tempat Pemeriksaan Imigrasi di bandara dan pelabuhan, serta melalui survei digital.
Imigrasi Indonesia berperan sebagai garda terdepan pengaturan lalu lintas orang antarnegara. Layanan mencakup administratif, penegakan hukum, keamanan, dan perlindungan kedaulatan nasional.
Forsiber menyusun survei ini sebagai instrumen ilmiah untuk mengukur kinerja keimigrasian secara komprehensif. Hasilnya memberi gambaran jelas tentang kepuasan publik dan kepercayaan masyarakat.
Sumber : Forsiber/Detik.com | Editor : Muh Taufan













