KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menyalurkan hasil penjualan Panen Raya Pemasyarakatan untuk korban bencana di Sumatra. Langkah ini menunjukkan kepedulian sosial jajaran pemasyarakatan melalui aksi kemanusiaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Panen Raya Serentak Pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Palu. Lokasi kegiatan berada di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026).
“Panen raya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan ini juga mencerminkan nilai kepedulian sosial,” ujar Bagus dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Jumat (16/1/2026).
Ia memastikan seluruh hasil penjualan panen raya akan membantu masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra. Bagus menyebut, program ini sejalan dengan spirit 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dirinya juga menegaskan, pembinaan kemandirian warga binaan harus memberi manfaat berlapis. Program ini tidak hanya berdampak bagi warga binaan. Masyarakat luas juga merasakan manfaatnya.
Panen Raya Pemasyarakatan di Sulteng menghasilkan 1.003 kilogram produk pertanian. Pengelola mencatat hasil panen berasal dari 12 jenis komoditas.
Pengelola mengolah lahan seluas 18.407 meter persegi untuk kegiatan panen. Sebanyak 14 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulteng ikut mengelola lahan tersebut. Sebanyak 90 warga binaan dan klien pemasyarakatan terlibat langsung.
“Nilai penjualan panen kami perkirakan sekitar Rp7 juta,” kata Bagus. Ia menegaskan, pihaknya akan menyalurkan seluruh dana untuk korban bencana di Sumatra.
Panen menghasilkan jagung, kangkung, pakcoy, dan terong. Petani binaan juga memanen sawi, ubi kayu, ubi jalar, pepaya, bayam, kacang panjang, cabai, dan jambu kristal. Jagung mendominasi volume panen.
Editor : Muh Taufan













