OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan digital. Love scam menjadi ancaman global yang meningkat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut modus penipuan populer di Indonesia. Seperti belanja online, investasi bodong, impersonation, penipuan kerja, dan media sosial.
“Love scam kini menjadi salah satu modus utama. Di negara lain, love scam menempati posisi teratas. Kita harus mengantisipasinya,” ujar Friderica dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (23/1/2026).
Laporan IASC menunjukkan masyarakat di Pulau Jawa paling sering melaporkan penipuan digital. Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten mencatat laporan terbanyak.
Sejak IASC beroperasi, masyarakat mengirimkan 432 ribu laporan dugaan penipuan.
OJK menemukan 721 ribu rekening terindikasi melakukan scam. Tim OJK memblokir 397 ribu rekening. Modus ini menimbulkan kerugian sekitar Rp9 triliun.
Friderica menyebut, OJK berhasil memblokir dana masyarakat lebih dari Rp400 miliar. Namun, pengembalian dana secara clean and clear baru mencapai Rp161 miliar.
“Dana yang bisa kami blokir Rp400 miliar, tapi yang kami kembalikan clean and clear baru Rp161 miliar,” jelasnya.
Ia menekankan, kecepatan pelaporan menentukan keberhasilan pengembalian dana. Korban yang melapor cepat berpeluang menerima pengembalian 100 persen.
Korban yang terlambat melapor membuat dana berpindah ke kanal lain, termasuk belanja online, e-wallet, dan kripto.
“Kalau korban cepat melapor, dana kembali 100 persen. Kalau terlambat, dana berpindah ke kanal lain,” pungkas Friderica.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Muh Taufan













