PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan pembiayaan Rp1,5 triliun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menjadi bagian dari strategi BNI mendukung program prioritas pemerintah pada 2026.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan BNI menyalurkan pembiayaan kepada 577 debitur yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“BNI menyalurkan pinjaman total Rp1,5 triliun kepada 577 debitur,” ujar Putrama, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (27/1/2026).
BNI juga mendorong digitalisasi MBG melalui virtual account dan integrasi transaksi menggunakan BNI Direct. Saat ini, 6.560 dapur MBG sudah terkoneksi dengan sistem BNI, sekitar 34 persen dari total 19.188 dapur nasional. Sistem BNI mencatat volume transaksi mencapai Rp26 triliun.
“BNI memfasilitasi digitalisasi MBG dengan virtual account dan BNI Direct,” tambah Putrama.
Langkah ini sejalan dengan strategi BNI menjalankan Asta Cita dan program prioritas pemerintah, yang pada 2026 fokus pada transformasi jaringan serta penguatan pembiayaan sektor produktif.
Hingga kuartal III-2025, BNI mencatat laba bersih Rp15,1 triliun, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan pengelolaan risiko yang cermat. BNI membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp6,1 triliun.
Dalam pendanaan, dana murah (CASA) BNI naik 13,3 persen menjadi Rp613 triliun. Tabungan meningkat 12,6 persen menjadi Rp269 triliun, dan giro tumbuh 14 persen menjadi Rp344 triliun.
BNI menyalurkan kredit tumbuh 10,5 persen menjadi Rp812 triliun, dengan fokus pada sektor usaha produktif secara berimbang dan berkelanjutan. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri 7,7 persen.
BNI menjaga kualitas aset dengan ketat. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap 2 persen, sementara rasio loan at risk (LaR) turun dari 11,8 persen menjadi 10,4 persen. BNI juga meningkatkan CKPN menjadi Rp6,1 triliun, naik 13,6 persen secara tahunan.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Muh Taufan













