KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menggerakkan ekonomi sektor pendukung. Dampak itu terlihat dari tumbuhnya usaha sabun pencuci alat makan, termasuk food tray atau ompreng MBG.
Ia menilai kehadiran MBG mendorong lahirnya banyak industri kecil sabun di berbagai daerah.
“MBG menggerakkan roda ekonomi. Dampaknya tidak hanya pada bahan pangan, tetapi juga sektor pendukung. Saat ini banyak wirausaha sabun tumbuh karena kebutuhan SPPG yang besar,” kata Dadan, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (3/12/2026).
Dirinya menjelaskan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sabun dalam jumlah besar setiap hari. Setiap SPPG memakai sekitar 25 liter sabun untuk membersihkan alat makan.
“Satu SPPG bisa memakai sekitar 25 liter sabun per hari. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengusaha baru di bidang produksi sabun,” jelasnya.
Dadan menambahkan, pada Januari 2026 BGN menyalurkan anggaran sekitar Rp19,5 triliun untuk program MBG. Penyaluran dana tersebut mendorong aktivitas ekonomi, terutama bagi pengusaha lokal dan pelaku UMKM.
BGN terus mengevaluasi pelaksanaan MBG agar program berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.
“Selain meningkatkan gizi, program ini membuat ekonomi masyarakat bergerak cepat. Dana yang kami salurkan langsung beredar di lapangan,” ujar Dadan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa MBG menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
“Saya buktikan, dari MBG saja kita sudah menciptakan satu juta lapangan kerja,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, saat ini 22.275 dapur SPPG telah beroperasi. Setiap dapur rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja.
Selain itu, kebutuhan bahan pangan membuka lapangan kerja tambahan bagi pemasok di desa. Setiap dapur melibatkan pemasok sayur, telur, ikan, dan daging.
“Jika target penerima mencapai 82 juta orang, program ini bisa menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja,” ungkap Prabowo.
Saat ini, sekitar 60 juta orang menerima manfaat MBG. Pemerintah menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi 82 juta anak dan ibu hamil paling lambat Desember 2026.
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan













