Ekonomi

KPwBI Sulteng Dorong Penggunaan QRIS Lewat Mitra Ojol

×

KPwBI Sulteng Dorong Penggunaan QRIS Lewat Mitra Ojol

Sebarkan artikel ini
Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki menjadi pembicara pada sosialisasi QRIS, edukasi pelindungan konsumen, serta program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, yang digelar di KPwBI Sulteng denga menghadirkan mitra ojol di Palu, Selasa (3/2/2026) lalu. Foto: HO/Humas KPwBI Sulteng/Eranesia.id

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menggandeng mitra ojek online (ojol) untuk memperluas adopsi transaksi keuangan digital di provinsi itu. 

Mitra ojol dipilih karena intensitas interaksi mereka dengan masyarakat tinggi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. 

KPwBI memanfaatkan posisi tersebut untuk mendorong inklusi keuangan dan literasi digital.

Kegiatan ini diwujudkan melalui sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), edukasi pelindungan konsumen, serta program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, yang digelar di KPwBI Sulteng, Selasa (3/2/2026) lalu.

Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki, menyatakan mitra ojol berperan ganda. 

Mereka, lanjutnya, tidak hanya menggunakan sistem pembayaran digital, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan di lapangan.

“Mitra ojol berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Peran mereka sangat penting dalam mendorong transaksi non-tunai yang aman, cepat, dan terpercaya,” terang Glenn dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (5/2/2026). 

Glenn menjelaskan, penerapan QRIS di sektor transportasi dan layanan harian mempercepat inklusi keuangan sekaligus membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan sistem pembayaran digital.

“QRIS memudahkan transaksi tanpa uang tunai, mempercepat proses pembayaran, dan mengurangi risiko. Ini bukan tren semata, tetapi kebutuhan dalam ekosistem ekonomi digital,” ungkapnya. 

Selain digitalisasi, KPwBI juga menekankan pentingnya pelindungan konsumen. Mitra ojol diingatkan untuk memahami hak dan kewajiban konsumen serta mewaspadai modus penipuan yang muncul di era digital.

“Literasi harus seiring dengan digitalisasi. Masyarakat perlu memahami cara bertransaksi yang aman agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara optimal,” tandas Glenn.

Dalam kesempatan yang sama, KPwBI Sulteng mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. 

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan Rupiah secara bijak, baik tunai maupun non-tunai.

Rilis | Editor : Muh Taufan