PAGI itu, udara terasa hangat. Di tengah senyum dan doa, momen bersejarah tercipta di Perumahan Riverside Residence, Jalan Dg Tata Lama, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pondok Tahfidz Shiraathal Mustaqiim Makassar memulai langkah peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung yang kelak menjadi rumah ilmu dan cahaya bagi generasi penghafal alquran.
Di tiang utama pondok, Habib Hamid bin Muhammad Alhamid, meletakkan batu cor perdana.
Tangan Habibna Makassar seolah menyalurkan doa dan harapan agar tempat ini menjadi saksi lahirnya generasi Qurani yang tangguh dan berakhlak mulia.
Tak jauh dari sana, Andi Sundari, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Makassar sekaligus Pembina Yayasan Shiraathal Mustaqiim, menyaksikan bersama beberapa masyarakat dan pengurus lainnya.
Ia menyadari bahwa pondok ini akan menjadi rumah kedua bagi anak-anak yang ingin menimba ilmu dan memperdalam hafalan alquran.
“Pondok tahfidz terdiri dari tiga lantai. Insya Allah, dalam delapan bulan pembangunan ini selesai. Setelah itu, pondok ini mampu menampung lebih dari 50 hafidz,” ungkapnya, Jumat (6/2/2026).
Suara Sundari pelan, namun penuh keyakinan. Ia membayangkan anak-anak yang kelak akan menapak di setiap sudut pondok, membaca ayat suci, dan menumbuhkan karakter islami yang kuat.
Gedung ini bukan sekadar bangunan. Di dalamnya terdapat ruang belajar, perpustakaan, dan kamar tidur yang dirancang khusus agar anak-anak tidak berpencar.
“Kami ingin mereka fokus, nyaman, dan bahagia. Semua sarana ini kami siapkan untuk mendukung tahfidz mereka,” tutur Sundari.
Setiap detail, dari lantai hingga perpustakaan, dibangun dengan niat mendidik generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Momen peletakan batu pertama menjelang Ramadan 1447 hijriah ini menjadi simbol harapan dan doa masyarakat Makassar.
Orang-orang hadir tidak hanya sebagai saksi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan spiritual anak-anak yang akan menimba ilmu di pondok ini.
Suara kecil anak-anak, doa khidmat, dan senyum para tamu berpadu menjadi satu, menandai lahirnya sebuah rumah yang akan menumbuhkan iman, akhlak, dan kecintaan pada alquran.
Saat matahari mulai meninggi, suara doa dan senyum bahagia tampak menghiasi wajah yang hadir.
Seakan alam pun menyambut lahirnya sebuah rumah ilmu dan pengabdian, yang akan menuntun generasi muda Makassar menapaki jalan cahaya.
Cahaya itu bukan sekadar untuk bangunan, tetapi untuk setiap hati yang akan belajar, menghafal, menebar manfaat bagi agama, dan bangsa.
Pondok Tahfidz Shiraathal Mustaqiim Makassar mulai menapaki langkah pertama menuju masa depan yang lebih cemerlang bagi generasi qurani.
Penulis : Iccang | Editor : Muh Taufan













