DINAS Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah menanggapi sejumlah laporan terkait kekeringan dan dugaan gagal panen di beberapa wilayah.
Kepala Dinas TPH Sulteng, Dodot Tinarso, menegaskan bahwa sebagian besar laporan yang masuk tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menjelaskan, salah satu laporan yang sempat mencuat berasal dari area persawahan tadah hujan. Laporan tersebut disampaikan melalui aplikasi Berani Samporowana yang terintegrasi dengan Command Center Sulteng dan diteruskan kepada Gubernur serta Wakil Gubernur.
“Tidak seperti yang diberitakan. Setiap laporan yang masuk, terutama yang bersifat teknis, langsung kami tindak lanjuti untuk klarifikasi,” ujar Dodot kepada jurnalis di Palu, Kamis (12/2/2026).
Menindaklanjuti laporan itu, Dodot menginstruksikan jajaran teknis untuk turun langsung ke lokasi. Tim yang diterjunkan berasal dari UPT Proteksi Tanaman, Bidang Tanaman Pangan, serta Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa kondisi di lapangan tidak separah yang dilaporkan.
“Contohnya di wilayah Tada. Yang dilaporkan gagal panen, setelah dicek hanya sekitar lima hektare yang terdampak,” jelasnya.
Menurut Dodot, lahan di Tada merupakan sawah tadah hujan dengan jarak sumber irigasi sekitar dua kilometer. Kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah kabupaten turut memengaruhi ketersediaan air.
“Bukan gagal panen secara keseluruhan. Dari hasil dokumentasi lapangan, hanya sekitar lima hektare yang terdampak. Ini memang karakter sawah tadah hujan,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinas TPH Sulteng memberikan sejumlah rekomendasi teknis. Di antaranya pemanfaatan sumber air terdekat melalui pompanisasi atau pipanisasi, jika memungkinkan secara geografis.
Selain itu, TPH Sulteng terus bersinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Dalam rapat koordinasi, pihaknya melibatkan BMKG, Bulog, serta mitra vertikal lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Kami memetakan kabupaten yang berpotensi terdampak kekeringan maupun curah hujan tinggi. Selanjutnya, kami menyampaikan imbauan kepada pemerintah kabupaten sebagai langkah mitigasi,” pungkas Dodot.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













