INDONESIA menempati posisi kedua dalam daftar Global Fraud Index 2025 sebagai negara dengan tingkat perlindungan penipuan (fraud) paling rendah sepanjang tahun lalu. Dari berbagai kasus yang tercatat, modus social engineering (soceng) mendominasi.
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi, menjelaskan pemerintah mengonsolidasikan semua pihak untuk mencegah penipuan.
“Kita sudah mengetahui posisi Indonesia sebagai negara dengan tingkat penipuan terbesar kedua di dunia. Saat ini, pemerintah menyatukan jalur dan upaya pencegahan dari setiap sektor,” ujar Teguh dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, OJK melalui IGC, Komdigi, aparat kepolisian, dan sektor swasta aktif menjalankan upaya pencegahan. “Kita menyatukan semua upaya tersebut agar lebih efektif,” jelasnya.
Teguh menekankan, kampanye pencegahan penipuan akan dibuat lebih terstruktur, termasuk melalui kerja sama dengan pihak swasta untuk menurunkan angka penipuan.
Ia menambahkan, upaya pencegahan membutuhkan regulasi yang kuat, khususnya pada verifikasi nomor seluler, tanda tangan digital, dan penggunaan layanan pemerintah.
“Ekosistem yang sehat tercipta ketika verifikasi berjalan dengan baik,” tutur Teguh.
Saat ditanya faktor utama tingginya kasus penipuan, Teguh menyebut social engineering sebagai modus dominan. Berdasarkan data Komdigi, lebih dari 70 persen kasus penipuan menggunakan teknik ini.
Mengutip OJK, social engineering adalah modus kejahatan yang memanipulasi kondisi psikologis korban sehingga rekening atau aset mereka terkuras tanpa disadari.
Teguh menegaskan, literasi digital tetap kunci, karena penipuan tidak memandang tingkat pendidikan.
“Bahkan profesor atau dokter pun bisa menjadi korban. Ini lebih terkait kebiasaan, bukan latar belakang pendidikan,” jelasnya.
Global Fraud Index menilai ketahanan terhadap penipuan di 112 negara berdasarkan empat pilar: aktivitas fraud, aksesibilitas sumber daya, intervensi pemerintah, dan kesehatan ekonomi.
Lima negara dengan perlindungan penipuan terbaik:
- Luxembourg
- Denmark
- Finlandia
- Norwegia
- Belanda
Sementara lima negara dengan perlindungan terendah:
108. Tanzania
109. India
110. Nigeria
111. Indonesia
112. Pakistan
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan













