KANTOR Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tengah memastikan keberangkatan jemaah calon haji tahun 2026 tetap berjalan lancar, meskipun situasi geopolitik global tengah mengalami peningkatan tensi.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulteng, Muchlis Aseng, menegaskan bahwa seluruh jemaah calon haji asal daerah tersebut akan diberangkatkan sesuai jadwal, yakni pada 8 hingga 13 Mei 2026.
“Jemaah calon haji Sulteng tetap akan berangkat. Dari total kuota 1.753 orang, saat ini tercatat sebanyak 1.751 jemaah yang akan diberangkatkan. Terdapat mutasi keluar sebanyak 19 jemaah dan mutasi masuk 17 jemaah, sehingga terdapat selisih dua orang,” ungkap Muchlis kepada sejumlah jurnalis di Palu, Selasa (7/4/2026).
Terkait kondisi geopolitik global, Muchlis memastikan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk penyesuaian rute penerbangan.
“Pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi, salah satunya tetap memberangkatkan jemaah dengan melakukan penyesuaian rute penerbangan,” ujarnya.
Muchlis juga menegaskan, bahwa rute penerbangan haji Indonesia tidak melewati wilayah konflik di Timur Tengah, sehingga relatif aman bagi jemaah.
“Rute penerbangan haji Indonesia tidak melewati wilayah konflik. Biasanya transit di Medan (Kualanamu) atau Batam, kemudian langsung menuju Jeddah atau Madinah, khususnya untuk gelombang pertama. Jadi, dari sisi rute tidak ada masalah dan insyaallah aman,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya terus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial resmi, seperti Instagram dan Facebook, guna mengurangi kekhawatiran jemaah.
“Kami terus menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Hingga saat ini, meskipun konflik masih berlangsung, jemaah umrah tetap aman dan tidak mengalami kendala,” tegas Muchlis.
Muchlis berharap, situasi di kawasan Timur Tengah ke depan semakin kondusif sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi jemaah haji.
“Semoga ke depan konflik dapat mereda dan pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tandasnya.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














