Regional

Tembus 124 Unit, Pemprov Sulteng Berhasil Lampaui Target Rutilahu 2026

×

Tembus 124 Unit, Pemprov Sulteng Berhasil Lampaui Target Rutilahu 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perkimtan Sulteng, Akris Fattah Yunus (dua dari kiri) menjelaskan capaian positif pada program Rutilahu 2026 di Palu, Kamis (10/9/2026). Foto: Rusdia/Eranesia.id

DINAS Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulawesi Tengah mencatat capaian positif pada Program Berani Sejahtera Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hingga September 2026, realisasi program telah menyasar 124 unit rumah melampaui penetapan target Rencana Strategis (Renstra) sebanyak 100 unit.

Kepala Dinas Perkimtan Sulteng, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa penanganan 124 unit rumah tersebut menyerap anggaran Rp7,84 miliar. Alokasi ini mencakup pembangunan 85 unit rumah baru dan rehabilitasi 39 unit rumah.

“Target Renstra 2026 sebenarnya 100 unit, namun alhamdulillah capaiannya melampaui target menjadi 124 unit,” ujar Akris saat menggelar konferensi pers di Kota Palu, Kamis (10/9/2026).

Dua Skema Bedah Rumah

Akris menerangkan bahwa pelaksanaan Program Berani Bedah Rumah membagi kegiatan ke dalam dua skema:

  • Peningkatan Kualitas (Rehabilitasi): Berfokus pada rumah yang masih memiliki struktur layak. Tim memfokuskan perbaikan pada bagian yang rusak, seperti mengganti atap.
  • Pembangunan Rumah Baru: Menyasar hunian yang tergolong rusak berat. Tim melakukan penanganan secara menyeluruh mulai dari fondasi hingga atap.

Untuk pembangunan baru, pemerintah menetapkan standar tipe 36 berukuran 6×6 meter, lengkap dengan satu kamar tidur serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Setiap unit memperoleh alokasi anggaran Rp80 juta yang berlaku seragam di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Strategi Pengentasan Kemiskinan

Menurut Akris, penyediaan rumah layak huni merupakan strategi utama Pemprov Sulteng dalam menekan angka kemiskinan di daerah. Gubernur Sulawesi Tengah juga terus mendorong komitmen para bupati dalam setiap rapat koordinasi daerah.

“Gubernur menegaskan bahwa kita bisa menekan angka kemiskinan secara efektif, salah satunya dengan membenahi kualitas hunian masyarakat terlebih dahulu,” ungkapnya.

Guna melengkapi keberhasilan program, Perkimtan Sulteng turut menginisiasi gerakan Mosibagi.

Lewat aplikasi Mosibagi, tim mengajak masyarakat berpartisipasi menyumbangkan barang rumah tangga layak pakai seperti perabot dan perlengkapan tidur kepada warga penerima manfaat program Rutilahu.

“Kolaborasi antara pemerintah dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan warga di Sulawesi Tengah,” pungkas Akris.