TOMIKO Itooka, seorang wanita Jepang berusia 116 tahun, telah resmi diakui sebagai perempuan tertua di dunia oleh Guinness World Records pada Rabu, 21 Agustus 2024. Pengakuan ini diberikan setelah meninggalnya Maria Branyas Morera, seorang wanita Spanyol yang sebelumnya memegang gelar tersebut, pada usia 117 tahun.
Tomiko Itooka lahir pada 23 Mei 1908 di kota Ashiya, Prefektur Hyogo, Jepang barat. Kelompok Penelitian Gerontologi yang berbasis di Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Itooka berada di urutan berikutnya untuk mendapatkan gelar orang tertua di dunia setelah kematian Branyas Morera pada Senin, 19 Agustus 2024.
Kehidupan Tomiko Itooka
Tomiko Itooka adalah ibu dari tiga anak dan dikenal dengan gaya hidup aktifnya. Pada usia 70-an, ia sering mendaki gunung, termasuk dua kali mendaki Gunung Ontake di Jepang yang tingginya mencapai 3.067 meter. Dalam salah satu pendakiannya, ia mengejutkan pemandu dengan menggunakan sepatu kets alih-alih sepatu hiking, menunjukkan semangatnya yang luar biasa.
Bahkan pada usia 100 tahun, Itooka masih memiliki stamina yang luar biasa. Ia dilaporkan dapat menaiki tangga batu panjang di Kuil Ashiya tanpa menggunakan tongkat, sebuah prestasi yang mengesankan bagi seseorang seusianya.
Kematian Maria Branyas Morera
Maria Branyas Morera, perempuan Spanyol yang sebelumnya memegang gelar orang tertua di dunia, meninggal dengan tenang pada usia 117 tahun. Branyas lahir di San Francisco, Amerika Serikat, pada 1907 dan telah menyaksikan dua pandemi dan dua perang dunia sepanjang hidupnya. Ia tinggal di Panti Jompo Santa Maria del Tura di kota Olot, Spanyol, selama dua dekade terakhir.
Branyas sempat mengunggah pesan kematiannya melalui akun media sosial yang dikelola oleh keluarganya. Dalam unggahannya, Branyas menulis, “Waktunya sudah dekat. Jangan menangis, aku tidak suka air mata. Dan yang terpenting, jangan menderita untukku. Ke mana pun aku pergi, aku akan bahagia.”
Rahasia Umur Panjang Maria Branyas
Maria Branyas, yang menikah dengan seorang dokter pada 1931 dan memiliki tiga anak, 11 cucu, serta banyak cicit, selalu percaya bahwa umur panjangnya adalah hasil dari “ketertiban, ketenangan, hubungan baik dengan keluarga dan teman, kontak dengan alam, stabilitas emosional, tidak ada kekhawatiran, tidak ada penyesalan, memperbanyak hal positif, dan menjauhi orang-orang beracun.”
Branyas juga dikenal memiliki ingatan yang luar biasa. Pada usia 117 tahun, ia masih mampu mengingat peristiwa-peristiwa masa kecilnya dengan sangat jelas, sebuah prestasi yang membuat para peneliti genetika dari Universitas Barcelona terkejut.
Catatan Orang Tertua di Dunia
Jeanne Louise Calment, seorang wanita Prancis yang meninggal pada 1997 pada usia 122 tahun 164 hari, masih memegang rekor sebagai orang tertua yang pernah hidup dan terverifikasi. Sementara itu, Jose Paulino Gomes, pria tertua asal Brasil, meninggal tujuh hari sebelum ulang tahun ke-128 di Pedra Bonita, Brasil, pada 28 Juli 2023.
Berdasarkan surat nikah yang dirilis pada 1917, Gomes diduga lahir pada 4 Agustus 1895. Namun, catatan lain menyebutkan bahwa pria jarang menikah pada usia 17 tahun, sehingga kemungkinan ia lahir sebelum tahun 1900. Kei/Liputan6.com













