BeritaFeatureGaya Hidup

Bionga, Oasis Tersembunyi di Balik Pedesaan Sigi 

×

Bionga, Oasis Tersembunyi di Balik Pedesaan Sigi 

Sebarkan artikel ini
Pengunjung memadati permandian mata air Bionga di Desa Keleke, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (25/8/2024). Foto: Caesar/Eranesia.id

DI tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tersembunyi sebuah oasis alami yang menawarkan kesejukan dan ketenangan. Mata air Bionga berlokasi di Desa Kaleke, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah menjadi magnet bagi para pencari ketenangan sejak 2020.

Hanya berjarak 15 kilo meter dari Kota Palu, Bionga menawarkan pengalaman menyegarkan yang tak terlupakan. 

Dari jalan raya arah Palu-Bangga pengunjung cukup belok kiri, bisa berjalan kaki atau berkendara kurang lebih 5 menit dari perkampungan untuk menemukan surga tersembunyi ini.

Salah satu warga Kaleke, Faisal menjelaskan, permandian Bionga dibangun 2019, namun baru dibuka untuk umum 2020 lalu. 

“Sejak dibuka sampai sekarang Bionga selalu ramai. Apa lagi weekend,” akunya kepada Eranesia.id, Minggu (25/8/2024). 

Yang membuat Bionga semakin menarik adalah kebijakan harga yang ramah kantong. Pengunjung hanya perlu membayar retribusi parkir Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor.

Dengan biaya serendah itu, siapa yang bisa menolak kesempatan untuk berendam di kolam persegi yang diisi air jernih langsung dari mata air Desa Kaleke?. 

“Yang datang ke Bionga bukan hanya warga Sigi, tapi juga pengunjung dari Kota Palu,” kata pengelola Bionga, Sahdan.

Yang membuat Bionga semakin istimewa adalah pengelolaannya yang berbasis masyarakat. 

Warga Desa Kaleke, dengan izin pemerintah setempat, mengelola permandian ini dengan penuh dedikasi. Dana dari retribusi parkir digunakan untuk perawatan dan pengembangan wisata alam ini.

“Pengelolaan dananya juga dilakukan secara terbuka,” tutupnya. 

Selain menawarkan kejernihan dan kesejukan air yang berasal dari dua sumber mata air, Bionga juga menyajikan pelbagai jajanan ringan hingga berat. 

Mulai dari pisang goreng, binte, bakso, mie, gorengan, dan makanan serta minuman cepat saji lainnya. 

“Yang bikin kami senang kemari karena lokasinya tidak jauh dari rumah, terus di sini cocok untuk keluarga. Tidak kalah penting, penjual makanan dan minuman juga lengkap dengan harga yang sangat terjangkau,” ungkap salah satu pengunjung asal Kota Palu, Amat. 

Tidak hanya itu, beberapa warga lokal juga menjajakan karet ban dan tikar sewaan yang bisa digunakan pengunjung di lokasi. 

Tarifnya sangat terjangkau. Mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu tergantung ukuran. Menariknya, hanya sekali sewa, warga sudah bisa menggunakan karet ban dan tikar sepuasnya. 

Bionga bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah bukti bahwa keindahan alam, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi masyarakat dan pengunjung. 

Di tengah gemericik air dan tawa riang pengunjung, Bionga terus mengalirkan harapan dan kesejukan bagi siapa saja yang mengunjunginya. MUH