Foto

Kain Tenun Bomba, Warisan Budaya yang Memikat

×

Kain Tenun Bomba, Warisan Budaya yang Memikat

Sebarkan artikel ini
Pekerja menenun kain bomba di pusat kerajinan kain tenun bomba Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 1 September 2024. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

KAIN Tenun Bomba, salah satu warisan budaya khas Kota Palu, Sulawesi Tengah, semakin menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan. Kain ini bukan hanya sekadar bahan tekstil, tetapi juga melambangkan keindahan dan kekayaan budaya daerah.

Teks dan Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

Para perajin di Palu membuat Tenun Bomba dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap helai kain ditenun dengan penuh ketelitian dan kesabaran, menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang sederhana. Proses pembuatan yang rumit ini mencerminkan dedikasi dan kecintaan para perajin terhadap seni tenun.

Motif unik dan warna-warni yang kaya menjadi ciri khas utama Kain Tenun Bomba. Motif-motif ini sering kali terinspirasi oleh alam, seperti flora dan fauna di Sulteng, serta pola-pola geometris yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat setempat. Warna-warna yang digunakan biasanya berasal dari bahan-bahan alami, sehingga kain ini ramah lingkungan dan memiliki daya tahan yang lama.

Masyarakat Palu sering menggunakan Kain Tenun Bomba dalam pelbagai upacara adat dan perayaan penting. Selain itu, para desainer fashion lokal dan internasional mulai melirik kain ini sebagai bahan untuk koleksi busana yang eksklusif. Kain Tenun Bomba juga menjadi simbol status sosial dan kebanggaan bagi masyarakat Sulteng.

Namun, perkembangan zaman menantang keberlangsungan kain Tenun Bomba. Kurangnya regenerasi perajin muda dan masuknya kain-kain modern dari luar daerah mengancam tradisi ini. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan komunitas budaya terus berupaya melestarikan Kain Tenun Bomba agar tetap hidup dan berkembang.

Keunikan dan nilai sejarah yang tinggi membuat Kain Tenun Bomba tidak hanya menjadi kebanggaan warga Palu, tetapi juga aset budaya yang layak untuk dilestarikan dan dikenalkan kepada dunia. Siapa pun yang ingin merasakan dan menghargai kekayaan budaya Sulteng tidak boleh melewatkan warisan ini. (*)

Pekerja menggulung benang untuk motif kain bomba di pusat kerajinan kain tenun bomba Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 1 September 2024. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id
Pekerja memasang benang sebelum ditenun menjadi kain bomba di pusat kerajinan kain tenun bomba Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 1 September 2024. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id
Pemilik usaha kain tenun bomba, Liswati memperlihatkan kain bomba yang sudah ditenun di pusat kerajinan kain tenun bomba Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 1 September 2024. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id
Pemilik usaha kain tenun bomba, Liswati memperlihatkan kain tenun bomba yang sudah menjadi kemeja di pusat kerajinan kain tenun bomba Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 1 September 2024. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id