PENDAFTARAN operasi katarak dan pterygium gratis di Palu, Sulawesi Tengah telah ditutup setelah mencapai target pasien.
“Pendaftaran sudah ditutup. Kami mohon maaf jika masih ada yang ingin mendaftar, kami tidak bisa menerima lagi. Sekali lagi kami mohon maaf,” terang Panitia Operasi Katarak dan Pterygium, Arsharfin di Palu, Rabu (4/9/2024).
Volunteer Roa Jaga Roa (RJR) Palu itu menjelaskan, penutupan pendaftaran dilakukan karena kuota peserta yang ditargetkan panitia telah terpenuhi.
Selain itu, panitia juga segera melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon pasien, pada Sabtu (7/9/2024).
“Panitia sedang menyiapkan teknis pemeriksaan kesehatan bagi calon pasien, sehingga fokus kami sekarang pada persiapan tersebut, bukan lagi pada pendaftaran,” tegas Arsharfin.
Menurutnya, pendaftaran telah dibuka sejak tiga bulan lalu, namun masyarakat baru menunjukkan antusiasme menjelang hari pelaksanaan.
“Sudah menjadi kebiasaan, masyarakat enggan mendaftar di awal pembukaan. Baru di akhir waktu atau menjelang pelaksanaan operasi orang ramai-ramai mendaftar. Sekatang, pendaftaran sudah ditutup,” tambahnya.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan bagi calon pasien akan dilakukan oleh enam dokter dari Jakarta yang dijadwalkan tiba di Palu, pada Sabtu pagi.
“Setiba di Palu enam dokter itu langsung melakukan pemeriksaan kesehatan di Youth Center, Jalan Pattimura, Palu,” ungkapnya.
Arsharfin berharap, seluruh calon pasien dari Palu dan wilayah-wilayah terdekat seperti Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong dapat hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting untuk menentukan apakah seseorang bisa dioperasi atau tidak. Kami mengimbau agar calon pasien hadir sesuai daftar yang telah disusun di grup WhatsApp khusus calon pasien,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Volunteer RJR Palu, Nudin Lasahido menambahkan, operasi katarak gratis dan pterygium ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 100 tahun masuknya Gereja Katolik di Sulteng.
Acara ini akan berlangsung di Rumah Sakit dr. Sindhu Trisno, Jalan Sisingamangaraja, Palu, pada 14 September 2024.
“Tim dokter dari Jakarta, didukung oleh dokter dari Palu akan melaksanakan operasi ini,” tandas Nudin. CAE













