MENJELANG Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, memaparkan visi dan misi mereka untuk memimpin provinsi tersebut.
Dalam podcast bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulteng, Selasa (1/10/2024), pasangan dengan tagline BERANI (bersama Anwar-Reny) itu mengidentifikasi dua tantangan utama yang dihadapi Sulteng dan menawarkan solusi konkret.
Tantangan pertama adalah tingginya angka kemiskinan. Anwar berjanji mengurangi beban masyarakat dengan memangkas biaya pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan pelayanan infrastruktur, air bersih, dan listrik.
Ia juga berencana mengembangkan sektor pertanian dan perikanan untuk menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan pekerjaan formal sesuai kualifikasi dan keterampilan pekerja.
Tantangan kedua adalah disparitas dan ketimpangan wilayah serta antar sektor.
Anwar menyoroti, ketergantungan Sulteng pada sektor pertambangan, yang mengakibatkan daerah tanpa industri pertambangan tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi.
“Untuk mengatasinya, kami berkomitmen memajukan sektor pertanian dan perikanan guna menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Anwar menekankan, pentingnya sinergi antara gubernur dan wakil gubernur dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program.
“Wakil gubernur memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar “ban serep”,” imbuhnya.
Sementara itu, Reny menambahkan, sebagai calon wakil gubernur, ia akan bersinergi dengan gubernur dan melakukan pengawasan bersama inspektorat untuk memastikan program sesuai target.
Pasangan Anwar-Reny meyakini bahwa menjaga pertumbuhan ekonomi yang dinamis sambil memperhatikan pemerataan adalah kunci mengatasi disparitas dan kemiskinan di Sulteng.
“Kami berkomitmen membawa provinsi ini menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” tandas Reny. TRI/CAE













