SEJAK menjabat Bupati Morowali selama dua periode, Anwar Hafid meluncurkan program pro-rakyat yang fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis untuk mengurangi beban hidup masyarakat.
Pendidikan gratis diterapkan mulai SD, SMP, hingga SMA, dan layanan kesehatan gratis dimulai pada 2008.
Program pendidikan berlandaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Akibatnya, angka putus sekolah menurun drastis dan prestasi pendidikan meningkat pesat, menjadikan Morowali posisi kedua dalam prestasi pendidikan di Sulteng.
Pada 2013, Anwar meluncurkan Program Morowali Sarjana untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu dan berprestasi.
“Animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya semakin tinggi, dengan jumlah mahasiswa di Morowali meningkat dari 700 pada 2007 menjadi 4.300,” kata Anawar dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Rabu (13/11/2024).
Anwar juga bekerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad), membuka kampus kedua Untad di Morowali, sehingga mengurangi biaya pendidikan.
Di sektor kesehatan, sejak 2007, Anwar menerapkan program kesehatan gratis.
Pemerintah Morowali menanggung biaya pengobatan masyarakat, baik di Morowali maupun luar daerah, tanpa batas waktu atau jenis penyakit. Program “Gema Sebumi” (Gerakan Selamatkan Ibu Hamil) menurunkan angka kematian ibu hamil dan balita.
Program beras raskin juga membantu masyarakat miskin.
Di bidang infrastruktur, Anwar membangun jembatan penghubung antar pulau, Bandara Udara Maleo yang menghubungkan Morowali dengan Palu, Makassar, dan Jakarta sejak 1 Maret 2017, pelabuhan laut berkapasitas 100 ribu ton, serta memperbaiki jalan aspal sepanjang 1.000 kilometer di Morowali, termasuk jalan tani.
Dukungan Warga
Dalam Pilgub Sulteng 2024, Anwar berpasangan dengan Reny A. Lamadjido, yang memiliki pengalaman luas di bidang kesehatan, mulai dari kepala puskesmas hingga Wakil Wali Kota Palu.
Pasangan ini dianggap ideal karena menggabungkan pengalaman pemerintahan dan representasi perempuan dalam politik.
Dukungan terhadap Anwar-Reny semakin kuat di kalangan masyarakat. Hana (56) dari Donggala mendukung karena pasangan ini mewakili kaum perempuan dan memiliki rekam jejak yang baik.
“Anwar-Reny adalah pemimpin yang ideal,” terangnya.
Sedangkan Andi Sezar (23) dari Morowali menyukai program satu rumah satu sarjana dan kesehatan gratis dengan KTP.
Sementara Rini (22) dari Palu mengagumi Anwar yang sukses membangun Morowali dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Mama Habibi, warga Palu lainnya, percaya pasangan ini bisa membawa perubahan positif bagi Sulteng.
Pasangan Anwar-Reny diusung oleh partai Demokrat, PBB, dan PKS, dengan dukungan luas menjelang Pilgub 2024. ADV/KEI













