Regional

Sampah Makanan di Palu Capai 70%, Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan

×

Sampah Makanan di Palu Capai 70%, Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sampah. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa sampah sisa makanan di kota itu mencapai 70 % berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Angka itu tergolong tinggi dan melebihi rata-rata nasional.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palu, Ibnu Mundzir mengatakan, perlu upaya bersama untuk menurunkan angka tersebut.

“Diperlukan edukasi, publikasi, dan regulasi lokal untuk mengatasi,” terangnya, Sabtu (14/12/2024).

Ibnu berharap, Palu dapat mendukung program Presiden Prabowo tentang kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

“Yang juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs),” imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido, menambahkan bahwa food waste adalah limbah makanan layak konsumsi yang terbuang sia-sia pada proses produksi, distribusi, hingga konsumsi.

“Limbah makanan yang membusuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menghasilkan gas metana yang memicu perubahan iklim. Dari sisi ekonomi, ini menyebabkan kerugian besar bagi rumah tangga, bisnis, dan sektor nasional,” ungkapnya, Minggu (15/12/2024).

Reny menekankan, bahwa food waste mengancam keberlanjutan sistem pangan global di tengah pesatnya pertumbuhan populasi.

“Pemerintah Palu telah merancang strategi pengelolaan sampah melalui dokumen Jakstrada, termasuk edukasi untuk mengurangi sampah makanan di tingkat rumah tangga,” tandasnya. GRA/PRA