GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meninjau progres pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo, Minggu (4/10/2026). Lokasi jembatan ini berada di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Akses ini menjadi urat nadi penting bagi konektivitas warga setempat.
Gubernur Anwar menegaskan pentingnya dampak nyata infrastruktur daerah. Langkah ini memperlancar pergerakan warga. Selain itu, roda ekonomi antardesa dapat berputar lebih cepat.
“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten. Namun, kondisi keuangan kabupaten tidak memungkinkan. Pemerintah Provinsi pun hadir membantu,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (5/10/2026).
“Jalur ini sangat vital menghubungkan dua desa. Sama seperti program Berani Lancar, saya menamakan ini ‘tol desa’,” lanjutnya.
Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Wombo Kalonggo. Warga Desa Wombo dan Desa Wombo Mpanau juga menikmati akses lancar ini. Masyarakat makin mudah menuju pusat ekonomi serta pelayanan publik.
Dorong Konektivitas Wombo–Siniu dan Jalur Alternatif
Gubernur juga menyampaikan rencana strategis pengembangan akses jalan Siniu–Pantoloan. Pemerintah memproyeksikan kawasan Siniu sebagai pusat pengembangan industri. Sektor ini mencakup industri pengolahan baterai dan kawasan pendukungnya.
Pemerintah menyiapkan jalur baru ini sebagai akses alternatif. Kehadiran jalur ini mengurai potensi kemacetan di jalur utama regional.
“Kalau Kebun Kopi macet, masyarakat bisa lewat Siniu atau Sausu. Kami ingin membangun pilihan akses bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan,” jelasnya.
Pemprov Sulteng berkomitmen memperkuat jalan dan jembatan hingga pelosok desa. Pemprov terus menjalankan semangat Berani Lancar meski menghadapi efisiensi anggaran.
Evaluasi Hampir Dua Tahun Program “9 Berani”
Gubernur Anwar turut memaparkan capaian 9 Program Unggulan Pemprov Sulteng (9 Berani). Program kerja ini sudah berjalan hampir dua tahun.
Hingga kini, program Berani Cerdas telah membantu pembiayaan pendidikan 47 ribu mahasiswa. Selain itu, program Berani Sehat telah melayani 270 ribu warga Sulawesi Tengah.
“Warga yang tidak punya BPJS atau menunggak kini tetap bisa berobat. Rumah sakit tetap melayani pasien tanpa jaminan BPJS. Warga cukup membawa KTP,” tegas Anwar.
Ia menambahkan bahwa negara harus hadir mengurangi beban hidup warga kurang mampu. Warga juga bisa menyampaikan aspirasi melalui kanal pengaduan 24 jam Berani Samporoa (0811-6662-222).
Gubernur mengisi kunjungan ini dengan dialog akrab bersama warga. Ia kemudian menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako. Petugas membagikan bantuan secara merata untuk warga Desa Wombo, Wombo Kalonggo, dan Wombo Mpanau.













