Ekonomi

OJK Perkuat Peran Perbankan Daerah untuk Dorong Ekonomi Nasional

×

OJK Perkuat Peran Perbankan Daerah untuk Dorong Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Foto: Humas OJK/Eranesia.id

KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan komitmen OJK dalam mendorong pengembangan dan penguatan peran perbankan daerah, termasuk perbankan syariah.

Ia menekankan pentingnya perbankan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Dian juga menyoroti perlunya peningkatan kinerja serta kontribusi perbankan daerah agar korelasi positif antara sektor perbankan dan perekonomian semakin kuat.

“Forum ini menjadi kesempatan untuk berdialog mengenai perkembangan perbankan daerah. Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, OJK, dan lembaga terkait lainnya terus meningkat guna mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Dian dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Kamis (27/3/2025).

OJK, sesuai dengan mandat undang-undang, berperan dalam pengembangan ekonomi daerah melalui penciptaan dan pengembangan sumber ekonomi baru.

Roadmap

Untuk mendukung hal tersebut, OJK menerbitkan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027 serta Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR/BPRS 2024-2027.

Pada Pertemuan Industri Tahunan Jasa Keuangan 2025 sebelumnya, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan pada 2025 berada di kisaran 9-11 %, dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6-8 %.

Proyeksi ini mencerminkan prospek positif ekonomi nasional meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik.

Data OJK menunjukkan stabilitas industri perbankan nasional. Aset Bank Umum tumbuh 6,34 % (yoy) pada Januari 2025 menjadi Rp12.410,7 triliun.

Kredit perbankan mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 10,27 % (yoy) menjadi Rp7.782,2 triliun, sementara DPK meningkat 5,51 % (yoy) menjadi Rp8.879,3 triliun.

Perbankan syariah juga mencatat perkembangan positif, dengan total aset tumbuh 9,17 % (yoy) menjadi Rp948,2 triliun dan pangsa pasar mencapai 7,5 %.

Penyaluran pembiayaan mencapai Rp639,1 triliun atau tumbuh 9,77 % (yoy), sementara DPK meningkat 9,85 % (yoy) menjadi Rp737,4 triliun.

Industri BPR/BPRS tetap stabil. Kredit/pembiayaan tumbuh 5,41 % (yoy) menjadi Rp166,4 triliun, sedangkan DPK meningkat 8,70 % (yoy) menjadi Rp166,5 triliun per Desember 2024.

Di tingkat regional, perbankan di Solo Raya terus mencatat pertumbuhan berkelanjutan. Total aset perbankan di wilayah ini meningkat 2,29 % (yoy) menjadi Rp119,53 triliun.

Meskipun penyaluran kredit/pembiayaan mengalami kontraksi sebesar -2,64 % (yoy) menjadi Rp103,6 triliun, penghimpunan DPK tetap tumbuh 3,1 % (yoy) menjadi Rp97,8 triliun.

OJK terus mendorong perbankan daerah untuk meningkatkan kinerja dan kontribusinya guna memperkuat ekonomi nasional secara keseluruhan. *TAU/MUH