Ekonomi

Pertamina Turunkan HET LPG 3 Kg di Parigi Moutong

×

Pertamina Turunkan HET LPG 3 Kg di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Pekerja menyiapkan LPG 3 kg di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Prima Sentosa Alam Lestari (PSAL) di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kebijakan ini berlaku mulai 24 Maret 2025, seiring beroperasinya kembali Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Prima Sentosa Alam Lestari (PSAL) yang memperpendek jarak distribusi ke wilayah tersebut.

“Penyesuaian ini mengacu pada Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 2 Tahun 2021. Dengan supply point kembali aktif di Parigi Moutong, biaya distribusi turun, jadi HET di tingkat pangkalan ikut turun,” kata Sales Area Manager Retail Sulteng Pertamina Patra Niaga, Adri Angga Aditya, Selasa (8/4/2025).

Saat ini, enam agen LPG melayani Parigi Moutong, baik PSO maupun NPSO, dengan 831 pangkalan resmi di seluruh kecamatan.

Jaringan ini menyalurkan energi ke rumah tangga dan pelaku UMKM, terutama di pelosok dan wilayah pesisir.

Pertamina menegaskan HET bervariasi tergantung jarak dan kondisi geografis. Misalnya di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Parigi Tengah, dan Parigi Barat: dari Rp19.900 menjadi Rp18.000 per tabung.

Sedangkan, di Kecamatan Kasimbar dari Rp21.800 menjadi Rp19.900. Sementara di Kecamatan Ongka Malino, Bolano, dan Bolano Lambunu dari Rp25.400 menjadi Rp24.200.

Secara umum, harga turun Rp2.000 hingga Rp2.500 per tabung. Penurunan ini meringankan beban masyarakat dan memperluas akses energi bersubsidi.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha pangkalan. Mahar, pemilik pangkalan di Tinombo Selatan, mengatakan harga kini lebih terjangkau.

“Suplai juga lebih dekat, jadi kami dan masyarakat sama-sama diuntungkan,” ujarnya.

Intan, pengelola pangkalan LPG di Kasimbar, menambahkan, “Pelanggan tidak lagi khawatir soal harga. Ini membantu ekonomi rumah tangga,” tegasnya.

Pertamina menjamin distribusi LPG tetap sesuai kuota dan diawasi ketat agar tepat sasaran. Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk menghindari harga di atas HET.

“Pertamina berkomitmen menjaga distribusi LPG bersubsidi tetap merata dan tepat sasaran,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw.

Ia meminta warga melapor ke call center 135 jika menemukan penyimpangan harga atau kelangkaan. *TAU/MUH