PERTAMINA Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bertempat di Lingkungan III, Kelurahan Bitung Barat I, perusahaan meluncurkan program pendampingan penanaman sayuran hidroponik untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Candi Berdaya.
Mengusung tema “Kolaborasi Hijau Wujudkan Ketahanan Pangan untuk Keluarga”, program ini mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman konsumsi sehari-hari seperti cabai, tomat, kangkung, bayam, dan selada.
Ibu-ibu rumah tangga dari pelbagai lingkungan di Bitung Barat I menjadi penerima manfaat utama, dengan pelatihan yang mencakup pembibitan, perawatan, pemasaran hasil panen, hingga pembangunan greenhouse dan instalasi sistem hidroponik berkapasitas 600 lubang tanam.
Program ini juga menyertakan panel surya untuk mendukung operasional listrik hidroponik.
Integrated Terminal Manager Pertamina IT Bitung, Rezky Kurniawan, menyebut program ini sebagai langkah nyata perusahaan dalam memberikan dampak ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami ingin program ini menjadi contoh pemanfaatan lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif. Dengan teknologi hidroponik dan energi surya, kami berharap program ini mampu memperkuat ketahanan pangan, menambah pendapatan keluarga, dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau,” katanya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Minggu (18/5/2025).
Lurah Bitung Barat I, Endalita Ch Kansil, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan program hidroponik ini selaras dengan misi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap hasil panen bukan hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga bisa menyuplai bahan makanan bergizi untuk program pemerintah di wilayah ini,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan program ini sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan 2 (Tanpa Kelaparan).
“Dengan memberdayakan ibu rumah tangga lewat teknologi ramah lingkungan seperti hidroponik, kami ingin menghadirkan solusi konkret untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” tutupnya. *TAU/MUH













