Ekonomi

Kinerja Kuartal I Pelindo Regional 4 Moncer

×

Kinerja Kuartal I Pelindo Regional 4 Moncer

Sebarkan artikel ini
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis memaparkan kinerja positif Pelindo sepanjang Kuartal I 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/6/2025). Foto: Iccang/Eranesia.id

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat kinerja positif sepanjang Kuartal I 2025. Tiga indikator utama arus penumpang, peti kemas, dan kapal mengalami pertumbuhan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan pemulihan dan penguatan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Arus penumpang tumbuh 20,87%, dari 2,32 juta menjadi 2,8 juta penumpang. Infrastruktur pelabuhan dan konektivitas antardaerah yang semakin baik mendorong kenaikan ini.

Arus peti kemas naik 3,4% menjadi 786.924 TEUs. Perdagangan dan logistik tetap stabil. Arus kapal melonjak 23,69% menjadi 35.608 call kapal hingga April 2025. Kenaikan ini menunjukkan permintaan layanan pelabuhan terus meningkat.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan capaian ini berkat kerja sama semua pihak dan transformasi layanan perusahaan.

“Kinerja positif ini membuktikan strategi efisiensi, digitalisasi, dan kolaborasi dengan mitra dan stakeholder menghasilkan dampak nyata. Kami yakin tren ini akan berlanjut,” kata Azis dalam siaran persnya, Minggu (1/6/2025).

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M Palesang, menjelaskan kenaikan arus kapal dipicu aktivitas tongkang batu bara di Balikpapan dan Samarinda, kapal roro di Pantoloan, kapal curah kering dan kapal peti kemas internasional di Makassar, serta kapal roro dan penumpang antarpulau di Parepare.

Arus peti kemas naik karena tambahan ekspor PT Meratus, peningkatan throughput PT SPIL di TPK Bitung, lonjakan permintaan barang konsumsi menjelang Lebaran di TPK Makassar dan Makassar New Port (MNP), serta pengiriman kelapa dari Pantoloan.

“Aktivitas bongkar muat pupuk di Gorontalo dan pengiriman sembako di Samarinda juga turut meningkatkan arus,” ungkap Yusida.

Penerapan Centralized Ticketing Terminal (CTT) di Pelabuhan Bastiong Ternate dan lonjakan perjalanan kapal penumpang saat libur Tahun Baru dan Idulfitri di Ambon, Makassar, dan Manokwari mendorong pertumbuhan arus penumpang.

Penataan Sosial di Pelabuhan

Selain fokus meningkatkan kinerja, Pelindo Regional 4 juga menata persoalan sosial di Pelabuhan Makassar, terutama terkait pedagang asongan dan buruh bagasi.

Pelindo menggandeng KSOP Utama Makassar, aparat keamanan, dan stakeholder lain untuk menertibkan kawasan terminal penumpang. Mereka melakukan sosialisasi larangan berdagang di terminal dan dermaga, memperketat pengawasan akses keluar-masuk, serta mengatur distribusi buruh bagasi melalui sistem resmi.

Pelindo juga mendata pelaku usaha informal di sekitar pelabuhan untuk program pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Pelabuhan bukan sekadar ruang logistik, tapi juga ruang sosial. Karena itu, kami selalu mengutamakan pendekatan humanis, komunikatif, dan kolaboratif,” tambah Azis.

Pelindo Regional 4 berkomitmen menciptakan pelabuhan yang aman, tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul konektivitas nasional di Kawasan Timur Indonesia. *ICC/MUH