Ekonomi

Garuda Indonesia Ambisi Terbangkan 120 Pesawat dengan Untung Bersih

×

Garuda Indonesia Ambisi Terbangkan 120 Pesawat dengan Untung Bersih

Sebarkan artikel ini
Logo Danantara Indonesia dan pesawat Garuda Indonesia. Foto: HO

MASKAPAI nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk siap mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama industri penerbangan Indonesia.

Direktur Utama Wamildan Tsani mengumumkan rencana ambisius mengoperasikan total 120 pesawat dalam 5 tahun ke depan. Ekspansi ini didukung penuh suntikan modal signifikan.

Rencana besar ini Wamildan ungkap seusai pengumuman perolehan suntikan modal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) senilai US$ 405 juta atau setara Rp 6,6 triliun (kurs Rp 16.300).

“Garuda Indonesia juga memproyeksikan akan mengoperasikan total sekitar 120 pesawat hingga 5 tahun ke depan. Ekspansi tersebut dirancang mengukuhkan posisi maskapai sebagai pemain utama transportasi udara,” kata Wamildan dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, dikutip dari Detikcom, Rabu (25/6/2025).

Wamildan yakin kemitraan strategis dengan Danantara akan mempercepat akselerasi kinerja Garuda Indonesia, menjadikannya maskapai nasional kuat dan berdaya saing tinggi.

“Kemitraan ini juga akan memastikan Garuda Indonesia dapat memberikan kontribusi terbaiknya pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Optimis Raih Laba Bersih

Pendanaan dari Danantara ini bukan hanya untuk ekspansi armada, tetapi juga angin segar bagi kondisi finansial Garuda. Perusahaan menargetkan bisa meraih laba bersih pada tahun 2026.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2025, Garuda masih mencatat rugi bersih sebesar US$ 76 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun (asumsi kurs Rp 16.363).

Namun, ada sinyal positif kenaikan pendapatan. Pendapatan dari segmen penerbangan tidak terjadwal naik US$ 37 juta di kuartal I 2025, sementara penerbangan berjadwal naik tipis dari US$ 599 juta menjadi US$ 603 juta.

Segmen pemeliharaan atau maintenance pesawat juga mencatat pendapatan solid sebesar US$ 95,36 juta.

Pendapatan dari operasional lainnya tercatat sebesar US$ 93,7 juta. Meski ekuitas Garuda masih minus Rp 23,2 triliun dan liabilitas sebesar Rp 62,5 triliun di kuartal I 2025, Wamildan tetap optimis.

“Dengan adanya corporate action dari Danantara ini, diproyeksikan tahun 2026 menjadi titik balik bagi Garuda Indonesia. Kami optimis akan membukukan net income positif dan ini menjadi bagian dari peningkatan dan optimasi operasional perusahaan,” tandas Wamildan.

Garuda Indonesia bersiap fase baru pertumbuhan, didukung investasi strategis dan fokus efisiensi operasional, demi kembali berjaya di langit Indonesia. MUH