PENGURUS Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Palu, Sulawesi Tengah mengfokuskan tiga program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pemerintah kota itu.
Ketua Kadin Palu, IGufran Ahmad, menjelaskan program pertama yang akan mereka jalankan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.
Kedua, penguatan sektor kuliner dan UMKM melalui pembangunan zona street food sepanjang tiga kilo meter di pesisir pantai.
Dan program ketiga, pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM lokal.
“Saat ini kami tengah menginventarisasi seluruh pelaku UMKM Kota Palu. Mereka nantinya diwajibkan memiliki KTA Kadin sebagai identitas usaha di bawah organisasi resmi,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (9/7/2025).
Menurut Gufran, Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin akan menjadi basis data untuk program inkubasi bisnis yang akan dijalankan Kadin.
Dengan ini, UMKM Palu diharapkan memiliki branding yang kuat, daya saing tinggi, serta potensi untuk dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Sebelumnya, pada Selasa (8/7/2025), Kadin Palu juga telah memaparkan program ini kepada Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
Menanggapi program ini, Hadianto mengapresiasi komitmen Kadin dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi pengusaha.
“Pemkot Palu mendukung penuh upaya Kadin, terutama dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan investasi lokal,” tegasnya.
Pemkot Palu berharap sinergi ini dapat mempercepat realisasi program-program pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Kolaborasi antara Kadin dan pemerintah diyakini akan memperkuat struktur ekonomi lokal dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” tandas Hadianto. ADV/TAU/MUH













