Ekonomi

IMIP Operasikan 322 Kendaraan Listrik, Dorong Industri Hijau

×

IMIP Operasikan 322 Kendaraan Listrik, Dorong Industri Hijau

Sebarkan artikel ini
INDUSTRI HIJAU. Pekerja berdiri di samping wheel loader bertenaga listrik yang digunakan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, Juni lalu. Ini komitmen IMIP menerapkan praktik industri hijau lebih ramah lingkungan. Foto: Dok. PT IMIP

KOMITMEN PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam menerapkan energi hijau terus menunjukkan hasil nyata. Hingga 31 Juli 2025, kawasan industri berbasis nikel ini telah mengoperasikan 322 unit kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi menuju industri hijau berkelanjutan dan mendukung target net zero emission Indonesia tahun 2060.

Deputy Operational Director PT IMIP, Yulius Susanto, mengungkapkan bahwa kendaraan listrik yang beroperasi terdiri dari 199 unit dump truck listrik milik Tsingshan Group, 72 unit loader listrik, 25 unit loader listrik milik PT DSI, 25 unit forklift listrik milik PT QMB, dan satu unit kendaraan listrik milik IMIP. 

“Kami sudah mengoperasikan 322 unit kendaraan listrik. Ini bentuk nyata transisi energi di kawasan IMIP,” terangnya dalam saran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (6/8/2025).

Kendaraan listrik tersebut digunakan sebagai pengangkut material di dalam kawasan. Satu dump truck listrik mampu membawa hingga 30 ton dan menempuh jarak 300 kilometer dalam sekali pengisian baterai.

“Konversi ke kendaraan listrik memberikan dampak positif pada lingkungan dan membantu pengurangan emisi nasional. Ini bagian dari roadmap industri hijau IMIP,” tambahnya.

Sejak 2023, IMIP mulai mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui Tsingshan Group. Awalnya hanya 10 unit, kini mencapai ratusan. 

IMIP juga menargetkan jumlah kendaraan listrik bisa mencapai 400 unit pada akhir 2025.

Ke depan, IMIP berencana memperluas penggunaan kendaraan listrik untuk kebutuhan angkutan karyawan, seperti bus antar-jemput dalam kawasan industri.

“Kami ingin meniru ekosistem Tiongkok, di mana 60–70 persen kendaraan di kawasan industri sudah beralih ke listrik,” jelas Yulius.

Selain kendaraan operasional, beberapa tenant di kawasan IMIP juga mulai mengganti alat berat berbahan bakar fosil ke versi listrik. 

Langkah ini tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga menekan emisi karbon dan CO2.

IMIP meyakini bahwa adopsi kendaraan dan alat berat listrik menjadi bagian penting dalam transformasi industri hijau nasional, sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri berbasis energi bersih. *TAU/MUH