DIREKTUR Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, menegaskan Perum Bulog harus menyalurkan 1,1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sampai Desember 2025. Target ini untuk mengejar distribusi beras SPHP yang kembali berjalan sejak Juni lalu.
“Target tahun ini 1,5 juta ton. Dari Januari hingga Maret Bulog menyalurkan 318 ribu ton, lalu sempat berhenti karena panen raya, dan kembali dimulai pada Juni,” kata Indra disadur dari Kompas.com, Sabtu (27/9/2025).
Indra mengapresiasi upaya Bulog memperluas distribusi SPHP. Di Kalimantan Selatan, misalnya, Bulog sudah menyalurkan sekitar 7–10 ribu ton dari target 25 ribu ton.
“Kami harap makin banyak pedagang ikut menjual beras SPHP lewat aplikasi KlikSPHP. Keuntungannya cukup besar, Rp1.500 per kilogram, dengan harga beli di Bulog Rp56.500 untuk kemasan 5 kilogram,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP Rp12.500 per kilogram untuk zona 1, Rp13.100 untuk zona 2, dan Rp13.500 untuk zona 3.
Bulog menyalurkan beras SPHP melalui tujuh jalur distribusi: pasar tradisional, ritel modern, gerakan pangan murah (GPM), kios pangan, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta operasi pasar.
Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan













